“Kak Bian mana, Kak?” Kadaffi menggembungkan pipinya saat melihat Araka hanya menghendikan bahunya acuh, lelaki itu melangkahkan kakinya menuju lantai bawah dengan seragam sekolah. Daffi yang tak mendapat jawaban dari kakak sulungnya kembali berjalan memasuki kamar Abian, namun tetap tak menemukan sang Kakak. “Kak Raka!” Kadaffi berlari menuruni tangga mengejar Araka yang hampir sampai di lantai bawah. Remaja lelaki itu menahan nafasnya sebentar saat melihat Kadaffi dengan santainya berlari di anak tangga yang ia pijak. “Jangan lari, Kadaffi!” Bocah itu menghiraukan perkataan Araka, matanya menatap bulat ke arah sang kakak. “Kak Bian enggak di dapur, enggak ada di kamar, Kak Bian kemana, Kak Raka?” “Gue enggak tahu,” balas Araka sambil melanjutkan langkahnya. Kadaffi berlari menuju

