Agni - 45

2040 Words

“Assalamualaikum. Pantesan salam Mama enggak dijawab, lagi sibuk di dapur ternyata. Capek Mama teriak.” “Eh, Walaikumsalam, Ma. Maaf, Ma, Agni enggak dengar.” Agni tersenyum bersalah pada sang mertua. Akibat terlalu fokus dengan masakannya, ia sampai tak mendengar suara salam dari Asma. Asma mengangguk sambil tersenyum, wanita itu bercepika-cepiki dengan mantunya. “Enggak papa. Lagi masak apa emangnya?” tanya wanita paruh baya itu sambil membuka kulkas. “Mama minta minum ya, di luar panas banget.” “Eh, sini biar Agni ambilin, Ma.” Agni sudah hendak mencuci tangannya namun Asma terlebih dahulu menolak. “Biar Mama aja, kamu fokus masak aja.” Asma mengambil jus kemasan dari kulkas. Ia tega melihat mantunya kelimpungan seperti itu. Dirinya tahu Agni pasti merasa tak enakan. “Ingat Agni. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD