“Duh, akhirnya datang juga mantu Mama. Gimana hasilnya? Baik-baik aja kan?” “Allhamdulilah dedek-dedeknya sehat, Ma,” ujar Agni tersenyum lebar sambil menerima pelukan singkat dari Asma. Abimanyu meminta Agni duduk selagi menunggu pemilik butik yang kebetulan merupakan teman dari Asma datang. “Dedek-dedek? Kembar?! Ya ampun!” Asma memekik riang ketika melihat menantunya mengangguk, raut bahagia terlihat begitu jelas di wajah wanita paruh baya itu. Ia tidak akan menyangka akan mendapat cucu sekali dua. Benar kata orang, setelah badai pasti akan ada pelangi. “Abi, kamu duduk juga, temen Mama bentar lagi datangnya,” perintah Asma pada anaknya untuk duduk di sofa yang disediakan butik ini. “Gimana? Gimana? Cucu kembar Mama sehat-sehat aja, kan?” tanyanya kembali pada Agni. Dengan sabar ia

