Agni - 48

1969 Words

“Huaaa! Sakit—-hiks!” “Ssst, dimana yang sakit, nak?” Abimanyu bertanya sambil mengelus punggung Kadaffi yang bergetar. Lelaki itu sungguh tak tega melihat anaknya mendapat luka-luka yang pasti akan menyakitkan untuk ukuran anak se kecil Daffi. “Mau sama Ibu, hikss.”  “Sini, nak.” Agni yang juga merasa ikut sakit ketika melihat Kadaffi segera menarik anaknya dari Abimanyu yang berada disampingnya. Untung perut Agni belum terlalu besar sehingga Kadaffi masih bisa duduk dipangkuannya. Bocah itu masih terisak dengan wajah menghadap dadanya. Sungguh, Agni tak bisa menahan tangisnya ketika melihat penampilan Kadaffi yang membuatnya tak bisa membayangkan rasa sakit bocah ini. Pipi dan dahinya di plaster, hidungnya disumbat kapas. Kaki dan tangannya lecet-lecet, walau tak terlalu parah namun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD