“Makasih, ya,” ujar Alicia saat laju mobil Fandy berhenti tepat di depan rumahnya. “Sama-sama, Sayang. Kabarin ya kalau ada apa-apa,” balas Fandy. Alicia menganggukkan kepalanya. “Kabarin kalau kamu udah sampai di rumah.” Fandy menganggukkan kepalanya lalu mengecup dahi Alicia sebelum gadis itu keluar dari dalam mobilnya. Setelah memberikan salam pada eyang Sumiyati, Alicia segera masuk ke dalam kamar tidurnya. Ia menarik napas dalam-dalam. Dengan memberanikan diri, ia mengambil boneka beruang yang sudah menemaninya tidur selama 13 tahun dari atas ranjangnya. Ia memasukkan boneka itu ke dalam sebuah kardus lalu meletakkan kardus itu di dalam bufet ruang tamu. “Cia taro apa?” tanya eyang Sumiyati saat melihat Alicia membuka laci bufet. “Oh, i-ini ... boneka lama Cia. Kamar Cia udah ke

