PDS 98 - Terluka

2242 Words

Pagi menunjukkan pukul 9, Fahri baru bangun dari tidurnya dan melihat istrinya saat ini sedang duduk di bibir ranjang menatapnya, Fahri mendesah dan membuka pejaman matanya lebar. “Pagi sayang,” ucap Fahri meraih istrinya dan memeluknya. “Pagi juga, Mas. Ayo bangun mas, bukannya ada jadwal kelas?” “Ada sayang, tapi aku pengen melepas rindu,” jawab Fahri mengeratkan pelukannya. Luvina tersenyum dan menggelengkan kepala, sikap suaminya manja sekali, tak siang tak malam dan tak waktu yang lain, selalu saja memeluknya dan memberikan kehangatan yang menyeruak hebat hingga ke relung hatinya. “Mas, ayo bangun,” kata Luvina lagi. “Sebentar saja kayak gini,” jawab Fahri mengelus perut istrinya. “Kapan ya kita punya anak lagi?” “Sepertinya sebentar lagi mas,” jawab Luvina. Fahri membuka peja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD