pak Broto

1050 Words
Dor dor dor "Buka pintunya?" Teriak pak Broto menggedor rumah Tante Irul. Tari pun keluar untuk membuka pintunya. "Ada apa pak?" Tanya lestari kepada pak Broto. "Mana tantemu?" Jawab pak Broto kasar pada Lestari. Lestari mulai kesal dan menjawab sedikit kasar kepada pak Broto. "Ada apa menggedor rumah orang dengan tidak sopan!" Tegas Lestari. Pak Broto justru tersenyum saat mendengar jawaban lestari. "Kamu harus membayar hutang tantemu?" Jawab pak Broto dengan suara kasar sembari menyentuh hidungku dengan jari telunjuknya. "Hutang apa?" Lestari merasa bingung dengan ucapan pak Broto. Pak Broto pun menjelaskan semua hutang-hutangnya Tante Irul. "Kamu mau tahu hutang apa?" Tanya pak Broto sembari tersenyum menyeringai menatap wajah Lestari. "Iya!" Jawab lestari dengan suara tegas. Lestari tercengang saat mendengar jumlah hutang-hutang tantenya. "Tantemu rela berhutang hanya ingin melihat kamu kuliah!" Ucap pak Broto. Lestari mulai meneteskan air matanya saat ia membaca jumlah hutang Tantenya. "50 juta!" Lestari mengingat nominal yang ditulis pak Broto. "Dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu!" Ucap Lestari. Pak Broto justru tersenyum mendengar ucapan Lestari. "Menikah dengan ku!" Ucap pak Broto sembari menggoda Lestari. "Menikah!" Lestari kaget dengan ucapan pak Broto. Lestari melihat pak Broto saja sudah kesal apalagi harus menikah. "Aku tidak mau!" Jawab ketus lestari sembari menutup pintu rumahnya. "Akan ku buat kau menikah dan menjadi istri ku," ucap pak Broto sembari melihat Lestari masuk kerumahnya. "Ayo pergi!" Pak Broto pergi meninggalkan rumah lestari bersama anak buahnya. "Lo siapa tadi yang kesini tar?" Tanya Tante Irul kepada lestari. Tante Irul tidak mengetahui kalau pak Broto datang menagih hutang. "Pak Broto Tante?" Jawab Lestari sembari meneteskan air matanya. Tante Irul terdiam dan merasa gelisah. "Tante tari mau tanya?" Lestari mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada Tante Irul. "Tanyalah tar, Tante sudah tidak bisa sembunyikan semuanya!" Jawab Tante Irul sembari meneteskan air matanya. "Apa benar hutang tempat pak Broto?" Tanya Lestari kepada Tante Irul. Tante Irul menganggukkan kepalanya. "Maaf tar, om terpaksa membiayai kuliah mu dengan hasil berhutang!" Tegas Tante Irul. Jawaban Tante Irul membuat hati Lestari terasa disayat-sayat pisau. "Tante Lestari berjanji akan membayar semua hutang-hutang kita!" Lestari memeluk Tante Irul dan meneteskan air matanya. "Lo ada apa ini?" Tanya om Pras merasa heran saat melihat Lestari dan istrinya menangis dan berpelukan. "Pak Broto mas!" Jawab Tante Irul sembari meneteskan air matanya. "Apa pak Broto kesini?" Om Pras mulai bingung dengan masalah yang akan dihadapi. "Om, Tante, aku berjanji akan membayar hutang om dan Tante!" Tegas Lestari pada om dan tantenya. Om Pras mulai merasa bersalah kepada Lestari. "Maafkan om Lestari!" Ucap om Pras sembari meneteskan air matanya. "Kamu mau bayar pakai apa nak?" Om Pras mulai bingung apa yang harus dikerjakan oleh Keponakannya. "Aku akan bekerja dan mencicil hutang-hutang kita om!" Tegas Lestari sembari menatap langit. "Ibu Ayah, bantu anakmu Bu, aku tak ingin melihat om Pras hidup menderita gara-gara aku!" Gumam lestari dalam hati. Ia pun menahan tangisnya dan pergi ke kamarnya. "Bu maafkan aku," ucap om Pras kepada istrinya. Om Pras memeluk Tante Irul sembari meneteskan air mata. "Sayang, jangan menangis berdoalah semoga kita bisa keluar dari masalah ini!" Ucap Tante Irul sembari menenangkan hati om Pras. Om Pras merasa tidak bisa membahagiakan Tante Irul, kehidupan yang sangat sederhana dan dipenuhi dengan kekurangan ekonomi menjadi cobaan hidup om Pras dan Tante Irul. "om Tante Lestari minta maaf!" ucap Lestari sembari meneteskan air matanya , menatap kedua orang tua yang sedang menangis. "tidak Tar, ini semua salah om, om tidak bisa mengikuti kebutuhan kalian!" ucap Om Pras dengan rasa penuh menyesal. dirinya tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. "sekarang kita tidak perlu menyesali semua yang sudah terjadi, kita harus pikirkan bagaimana caranya untuk bisa membayar hutang kepada pak Broto!" ucap Tante Irul. ia tak ingin Keluarganya berlarut-larut dalam kesedihan. "Om, Tante, sekarang aku sudah bekerja! biarkan aku yang membayar hutang-hutang ini!" tegas Lestari. ucapan Lestari membuat Om Pras bahagia bisa memiliki keponakan yang sangat bertanggung jawab. "Om bangga kepada mu Lestari, kamu sejak kecil selalu bekerja keras membantu perekonomian keluarga ini!" tegas Om Pras. Om Pras merasa sangat bahagia bisa melihat Lestari tumbuh menjadi pribadi yang sangat cerdas. "Om aku sudah banyak merepotkan om dan tante, aku tak ingin melihat om dan tante hidup susah, aku akan berusaha bekerja lebih giat agar bisa membantu perekonomian keluarga kita!" suara haru terdengar diruangan keluarga rumah Lestari. rumah peninggalan orang tuanya. "ibu dan Ayahmu pasti bangga melihat kamu tumbuh dewasa nak!" ucap om Pras sembari meneteskan air matanya. Om Pras selama ini tidak pernah menangis. ia selalu tegar menghadapi semua masalah yang menghadapinya. namun kali ini ia tak bisa menahan air matanya. "Ibu dan Ayah juga akan berterima kasih kepada Om dan Tante yang sudah merawat ku dengan sangat penuh rasa kasih sayang!" ucap Lestari sembari tersenyum menatap wajah kedua om dan tantenya. "Tante bangga melihat mu tumbuh besar menjadi pribadi yang sangat baik, maka dari itu kami tak rela sekolah mu putus di tengah jalan, kami mencari hutang kepada pak Broto agar bisa membiayai sekolah mu!" Tante Irul menjelaskan kepada Lestari mengapa ia bisa terlilit hutang. lestari tidak marah dengan sikap om dan tantenya. justru ia merasa bangga melihat pengorbanan yang sudah dilakukan om dan tantenya. "Om Pras, Tante Irul, kalian tidak perlu memikirkan bagaimana cara membayar hutang kepada pak Broto, Lestari akan membayar hutang-hutang kita!" tegas Lestari untuk membuat Om dan Tante Irul merasa tenang. "nak bagaimana om bisa tega melihat dirimu membayar hutang sebanyak itu kepada pak Broto!" ucap om Pras. Om Pras sangat mengkhawatirkan keadaan Lestari. jika harus membanting tulang membayar hutang. "Om tenang, Lestari bekerja di perusahaan besar! jabatan Lestari pun bagus om, Lestari menjadi seorang Sekertaris di perusahaan itu!" tegas Lestari mencoba untuk menenangkan hati om Pras. "terimakasih Tari, Tante sangat bersyukur kamu bisa membantu kami!" ucap Tante Irul dengan wajah sangat sedih. "aku permisi dulu om, Tante," lestari pergi ke kamarnya ia mulai memikirkan bagaimana cara bisa menghasilkan uang. Lestari pun terbaring di tempat tidurnya, Lestari mulai memikirkan cara bagaimana bisa menghasilkan uang dari bekerja, ia tak ingin magangnya berakhir dengan seratus dipecat. Ia pun mulai mempelajari pekerjaan sebagai sekretaris Perusahaan besar. Rasa sedihnya membuat dirinya tertidur di depan jendela kamarnya. Lestari sangat sedih melihat perjuangan om dan tantenya, ia pun berjanji akan membantu om dan tantenya. Sejak kecil om dan Tante Irul merawat dirinya dengan sepenuh jiwa dan hatinya. ia tak ingin membuat Tante Irul terlilit hutang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD