pertemuan pertama
Bruak
"Maaf pak," ucap Lestari saat menabrak laki-laki gagah yang ada dihadapannya.
"Kamu siapa?" Tanya Akmal sembari menatap wajah Lestari.
"Saya calon karyawan yang mendaftar pekerjaan disini pak!" Jawab Lestari sembari menundukkan kepalanya.
"Oh karyawan," Akmal mulai memperhatikan wajah Lestari, ia mulai tertarik dengan wajah Lestari.
"Maaf pak, boleh saya pergi!" Lestari izin untuk pergi meninggalkan Akmal.
"Oke pergilah!" Lestari berjalan pergi meninggalkan Akmal. Hari ini di kantor Akmal sedang mencari Sekretaris muda yang masih lajang dan cantik, Lestari mencoba untuk mendaftarkan diri sebagai calon Sekretaris.
Tes wawancara di mulai, keluar masuk beberapa wanita yang yang melakukan tes wawancara, yang dipimpin langsung oleh direktur utama perusahaan.
Lestari mulai mengeluarkan keringat dingin dan jantung mulai berdetak, Lestari mendapatkan giliran untuk wawancara, ia pun masuk kedalam ruangan Akmal.
"Assalamualaikum pak!" Ucap Lestari dengan suara sedikit grogi.
"Waalaikumsalam, masuk!" Jawab Akmal sembari duduk menatap wajah Lestari.
"Oh kamu!" Ucap Akmal saat melihat Lestari masuk sembari membawa map.
"Maaf pak! Tadi saya tidak sengaja!" Ucap Lestari sembari menundukkan kepalanya.
"Duduk!" Tegas Akmal. Akmal mulai menyukai wajah Lestari.
"Baik pak!" Lestari pun duduk di depan Akmal, ia pun mulai memperkenalkan dirinya. Mereka saling tanya jawab mengenai pekerjaan yang akan dikerjakan Lestari.
"Kamu sudah menikah?" Tanya Akmal sembari menatap jelas wajah Lestari.
"Maaf pak saya belum menikah, dan masih jomblo!" Jawab Lestari sembari tersenyum menatap wajah Akmal.
"Oke, selamat bergabung dengan perusahaan saya!" Ucap Akmal. Lestari merasa sangat bahagia bisa diterima kerja diperusahaan besar milik Akmal.
"Terimakasih pak," jawab Lestari sembari tersenyum menatap wajah Akmal. Lestari sangat bahagia dan ia pun berpamitan untuk keluar.
"Ini dia mangsa ku!" Ucap Akmal sembari melihat Lestari pergi meninggalkan ruangan nya.
"ku harus bisa menjadi kekasihnya, aku harus bisa mendapatkan hatinya!" Ucap Akmal dalam hati.
"Lestari segera pulang ke tempat lamanya, Lestari sudah lama tidak memiliki orang tua, orang tuanya sudah lama meninggal dunia, ia harus tinggal di rumah om Pras, adik Ayah Lestari.
"Tante!" Teriak Lestari girang, Lestari nampak sangat bahagia saat melihat tantenya berada di depan rumahnya.
"Ada apa sayang!" Ucap Tante Irul istri dari om Pras.
"Aku keterima jadi Sekertaris Tante!" Ucap Lestari sembari tersenyum.
"Alhamdulillah nak, Tante senang mendengarnya," Tante Irul segera memeluk Lestari dan sangat bahagia.
"Te terima kasih, sudah merawat aku!" Ucap Lestari sembari tersenyum menatap wajah Tante Irul.
"Tante sangat bahagia sejak kecil kamu selalu membantu Tante berjualan nak, membantu mengasuh adik-adik mu," Tante Irul mulai meneteskan air matanya, ia mulai mengingat sejak berumur tujuh tahun orang tua Lestari pergi meninggalkan Lestari.
"Terimakasih tante, Tante Irul sudah merawat ku semenjak ibu dan Ayah meninggal!" Lestari mulai meneteskan air matanya.
"Tante yang harus meminta maaf karena harus menyuruhmu bekerja keras membantu tante!" Ucap Tante Irul.
"Aku bahagia melakukan semua pekerjaan yang aku lakukan te!" Lestari mengambil tisu dari tasnya dan mengelap air mata Tante Irul.
"Sudah jangan menangis!" Ucap Lestari sembari mengelap air mata Tante Irul.
"Sudah makan kamu tari?" Tanya Tante Irul saat mendengar perut Lestari berbunyi.
"Belum Tante," jawab lestari sembari tersenyum menatap wajah Tante Lestari.
"Sarapan dulu sana!" Lestari segera masuk dan sarapan.
"Kak Tari keterima kerja iya?" Ucap Nisa adik sepupu Tari.
"Alhamdulillah dek kak Tari keterima kerja?" Jawab Tari sembari tersenyum menatap wajah Nisa.
"Asik Tari besok belikan sepeda iya kak!" Ucap tari sembari manja pada kak Tari.
"Boleh, nanti kakak belikan sepeda!" Tari mulai mengingat Masa-masa dirinya saat kecil, ia mulai teringat saat ibu dan Ayahnya meninggal dalam kecelakaan.
"Andai ibu dan Ayah masih hidup pasti aku bisa bermanja-manja dengan ibu dan Ayah!" Gumam lestari dalam hati. Ia mengingat saat ia bersama ibu dan Ayahnya.
"Lo kak Tari kenapa menangis!" Ucap Nisa saat melihat Kakaknya menangis.
"Tidak apa-apa sayang, kak lestari menangis bahagia!" Lestari tak ingin berbagi kesedihannya kepada om dan tantenya. Ia sudah cukup bahagia saat ia bisa bersama om dan tantenya.
"Lo kok belum makan!" Ucap Tante Irul saat melihat Lestari berdiri di dekat meja makan.
"Iya tante, aku tadi masih mengobrol bersama Nisa!" Jawab lestari sembari tersenyum menatap wajah Tante Irul.
"Nisa pergi belajar sana!" Tante irul meminta Nisa untuk pergi belajar.
"Sebenarnya Tante sangat sedih!" Ucap Tante Irul.
"Kenapa Tante?" Tanya Lestari kepada tantenya.
"Aku selalu memintamu untuk bekerja setiap pulang sekolah, sampai kamu tak pernah bermain!" Ucap Tante Lestari.
"Tidak apa-apa te, aku sudah bahagia Tante merawat diriku sejak kecil." Lestari sangat bahagia bisa tinggal bersama Tante Irul, tante Irul sangat menyayangi dirinya.
"hidup mu sangat kasihan Lestari, dari kecil sudah menjadi yatim piatu, sekarang tinggal dengan om dan Tante yang serba kekurangan," Tante Irul mulai meneteskan air matanya. ia benar-benar merasa bersalah pada Lestari karena tidak bisa membahagiakan Lestari.
"Tante, aku bahagia bisa menjadi keponakan Tante, Tante dan om sangat tulus merawat Lestari!" ucap lestari dengan penuh rasa syukur. dirinya sangat beruntung bisa di asuh oleh Tante Irul yang sangat tulus menyayangi dirinya.
"nak Om dan Tante sangat menyayangi dirimu, apabila nanti terjadi sesuatu kamu jangan marah iya!" ucap tante Irul. Lestari bingung dengan apa yang dimaksud Tante Irul. Tante Irul seperti memendam sebuah rahasia yang sangat ia ingin sampaikan.
nampak jelas ada kekhawatiran di matanya, yang sangat ia tutupi, ia tak ingin membicarakan masalahnya pada Lestari.
Tante Irul hanya pedagang kue yang setiap hari harus membuat jualannya, suaminya yang hanya pekerja buruh sangat pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Tante Irul tak bisa menceritakan tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya, ia tak ingin membebani kehidupan Lestari. ia mengingat Lestari sejak kecil sudah menjadi yatim piatu, ia tak tega jika harus meminta bantuan kepada Lestari.
Tante Lestari sangat senang mendengar Lestari bisa menjadi seorang Sekertaris di perusahaan besar. awalnya Lestari hanya berusaha untuk mengikuti tes wawancara kerja, tanpa adanya pengalaman kerja Lestari bisa terpilih menjadi seorang Sekertaris Perusahaan besar.
Lestari sangat bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya, ia tak ingin membuat om dan Tante Irul kecewa, biaya kuliah yang mahal selalu di upayakan Tante Irul agar ia bisa kuliah di universitas negeri di Surabaya.