Tiga puluh enam

1467 Words

Cukup lama Nic menatap Sera yang terus menangis tersedu seraya semakin meringkukkan tubuhnya. Lelaki itu merasa sangat prihatin. Ia berniat membelikan salep luka serta perban untuk Sera, tapi sebelum itu ia ingin menelpon Naya. Nic sendiri sudah berada di luar unit Sera. Seraya menyenderkan tubuhnya di daun pintu. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif” Nic menutup matanya rapat, nomor Naya tak bisa ia hubungi membuat perasaannya semakin khawatir. Kembali lelaki itu menelpon Pak Andri “Iyah, Pak?” “Saya minta supaya kamu pastikan Vino tidak pergi kemanapun, seret dia ke tempat yang sudah saya tentukan. Karena saya mungkin agak telat” tutur Nic “Baik, Pak. Tapi sepertinya Pak Vino sudah tahu, saya merasa gerak-geriknya seperti orang yang mau kabur” lapor Andri yang masih setia membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD