"Kita tidur, yuk!" ajak Nic tanpa merasa bersalah telah membuat Naya seakan lupa bernafas. Bibirnya bahkan masih terangga lebar. Sangat shock dengan yang dilakukan Nic. Nic meringkuk membelakangi Naya. Ia terpejam kuat. Seraya mengigit bibir bawahnya tak enak. Lelaki itu juga tidak mengerti mengapa tadi ia selancang itu. --- "Pagi, Nay" sapa Nic malu-malu. Ia pikir semalaman ia tidak bisa tidur karena posisinya tidurnya yang tidak nyaman. Tapi nyatanya ia terbangun saat ayam jago mulai berkokok riang. Nic menggeliat, merentangkan tulang-tulangnya yang terpaksa ditekuk sejak malam. Begitu juga dengan Naya. Bukan cuma pegal yang ia rasakan tapi juga masih sangat mengantuk. Hhaah... Apa bisa seorang Naya tidur dengan menatap punggung lebar Nic. Jika ia berbalik kearah sebelah yang ada bo

