Tiga puluh

1055 Words

"Ahk... kamu benar Nay, kalau begitu saya pulang saja. Besok pagi saya akan menjemput kamu dan Ibu kamu untuk tinggal di rumah saya lagi, kamu maukan Nay?" balas Nic penuh harap. "Eemm... bagaimana jika Bapak bermalam disini saja, lagipula tak baik berkendara saat malam hari" pinta Naya takut. Sebenarnya ia hanya memikirkan kesehatan Nic. Ia takut Nic yang masih berduka jadi tidak fokus menyetir mobilnya. Nic mengangguk seraya tersenyum lebar. Ia sama sekali tidak menolak membuat Naya tertegun dibuatnya. "A... ayok Pak masuk!" ajak Naya. Ia mempersilahkan Nic berjalan di depannya. Sementara ia masih meruntuki ide bodohnya itu. Naya bahkan memukul pelipisnya seraya terpejam kuat. 'Ngapain sih Nay, ngajakin Pak Nic nginep. Mau tidur dimana, disinikan cuma ada dua kamar' bathinnya tak ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD