Tiga puluh empat

1281 Words

"Ayok..." ajak Nic setelah berdiri di hadapan Naya. "Nay..." panggilnya lagi karena Naya seolah tak ingin melihat dirinya. "Kamu gak mau pulang, ini sudah larut malam. Kamu gak lapar?" tanyanya mengingatkan Naya. Terlihat wanita itu memberikan respon. Terbukti dari matanya yang nampak gelisah. Naya memang lapar, bahkan sejak tadi. Tapi ia tidak ingin bergeming dari tempat duduknya demi menunggu Nic. Wanita itu berdiri masih terus merunduk karena ia malas menatap Nic. Nic menatap Naya dalam. Ia tahu wanita di depannya tengah merajuk "Kita makan di luar dulu, setelah itu baru pulang" sahut Nic yang sudah berbalik badan berniat kembali ke mobilnya. Nic sengaja mengecilkan langkahnya supaya Naya bisa mengejar dan berjalan sejajar dengannya. Tapi dari ekor matanya terlihat Naya yang sed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD