“LO nggak mau nganterin gue pulang?” Pertanyaan Aluna membuat Alaska rasanya ingin menjedukkan kepalanya ke tembok. “Nggak cukup lo udah nyusahin gue tadi di dalam? Masih berani minta antar pulang?” Aluna memanyunkan bibirnya. Gerakan refleks yang selalu ia lakukan setiap ia sedang bete. “Jangan diterima tantangannya!” ujar Aluna tiba-tiba berubah serius. Alaska mengerutkan kening tak suka. “Emang lo pikir lo siapa pakai ngatur-ngatur gue?” “Gue serius, Alaska! Mereka punya maksud tertentu makanya mereka ajakin lo balapan!” “Sotoy! Emang lo kenal sama mereka?” Aluna terdiam membuat Alaska menatapnya penuh selidik. “Gue cuma berbicara sesuai insting aja,” ujar Aluna akhirnya. Alaska mendengkus. “Sok bener gaya lo!” sahutnya. “Lo ngeremehin kemampuan balapan gue, ya?” Aluna langsun

