"ALUNA! Aluna!" Samar-samar Aluna mendengar ada yang memanggil namanya. Namun mata Aluna terlalu berat untuk dibuka. Ini semua karena tadi malam Aluna tidak bisa tidur akibat memikirkan kejadian di arena balap tempo hari. "ALUNA SHAFYRA PUTRI, BANGUN!" Bertepatan dengan itu Pak Bagas memukul meja Aluna kencang menggunakan sebuah penggaris panjang, membuat Aluna tersentak dan segera terbangun dari tidurnya. "Iya, Bar?" ocehnya meracau. "BAR?" ulang Pak Bagas marah. "Saya Pak Bagas, bukan Bar!" Aluna mengerjap sementara seisi kelas menahan tawa. "Maaf, Pak," ujar Aluna lirih. Gadis itu memegang tengkuknya tak enak. "Maaf-maaf! Kamu itu murid baru, jadi harusnya kamu belajar dengan lebih giat agar tidak ketinggalan pelajaran. Bukannya malah tidur di kelas seperti ini! Mau jadi apa k

