bc

Perjanjian Hati

book_age18+
855
FOLLOW
2.8K
READ
contract marriage
forced
badboy
heir/heiress
friendship
like
intro-logo
Blurb

Dipublikasikan sejak 25 Juni 2022

Nadira Mahawira gadis yang selalu menutup wajahnya menggunakan cadar dan terpaksa menikah dengan Devan sang Casanova. Dibalik cadar itu sesungguhnya dia adalah model terkenal yang bernama Nawira.

Pernikahan tanpa cinta membuat Devan mengajukan sebuah perjanjian. Namun, Nadira berniat menaklukan hati Devan lalu meninggalkanya. Seperti Devan yang selalu mempermainkan wanita, maka dia pun ingin mempermainkan Devan.

Akankah Nadira berhasil menaklukan hati sang casanova dan mempermainkannya? Atau justru dialah yang jatuh cinta kepada Devan sang Casanova itu?

Cover by Ara Shop

chap-preview
Free preview
Bab 1 Pertemuan Nadira dan Nura
"Nadira." Tania saudara tiri Nadira memanggilnya berulang kali. Gadis berumur 17 tahun itu terlihat tidak sabar. Bola mata hitamnya berkilat licik. Nadira turun dari tangga menghampiri saudara tirinya sekaligus sepupunya itu. "Kenapa, Tan? " tanyanya. "Cobain masakanku. Ini pertama kalinya loh aku masak jadi aku pengen kamu nyobain. " Nadira terdiam dan memandang ragu masakan Tania. "Ayolah cobain engga beracun kok, kamu takut aku racuni ya? " "Bukan begitu, tapi ini ... " Nadira menunjuk udang yang tersebar pada makanan itu. “Hm ya udah deh kalau kamu engga percaya sama aku, engga usah dimakan biar aku buang aja,” tutur Tania dengan ekspresi wajah sedih dia kemudian hendak mengambil piring tetapi Nadira menghalanginya. “Ya udah aku makan ya,” ujar Nadira yang membuat Tania senang. Gadis berambut panjang bertubuh tinggi itu mengangkat sendok dengan sorot mata ragu. Kendati demikian dia tetap memakannya. Nadira merasa bingung kenapa Tania memaksanya mekanan makanan yang ada udangnya, padahal gadis itu tahu jika dirinya alergi udang. Karena merasa tidak enak dia memakan makanannya sebab menghargai ketulusan Tania. Gadis itu bukan hanya saudara tirinya tetapi juga sepupunya. Setelah ibu Nadira meninggal Rifqi ayahnya menikah lagi dengan adik ibunya. Alhasil kedua anak tante Yana, Tania dan Raffa menjadi saudara tirinya. Agak asing karena mereka sepupunya. Pagi hari ketika Nadira bangun tidur dia merasa gatal di wajahnya, gadis itu lalu bercermin dan terlihat wajahnya yang merah-merah. Nadira tahu tak ini akan terjadi tetapi dia tak menyangka akan separah ini. Selesai mandi dan bersiap-siap gadis itu lalu turun untuk sarapan. “Nadira, wajah kamu kenapa?” tanya Tania berpura-pura simpati sedangkan Yani terlihat acuh ke Nadira. “Mungkin karena makan udang,” jawab Nadira. “Oh iya kamukan alergi udang, " ujar Tania seolah-olah baru mengingat hal itu. "Maaf, Ra. Aku lupa seharusnya kamu kemaren ngingetin aku,” tutur Tania dengan menunjukan ekspresi sedih. “Kakak nanti ke dokter aja,” usul Raffa. “Engga perlu ke dokter nanti juga sembuh sendiri,” ujar Yani. “Tapi Ma itu kak Nadira mukanya sampai begitu loh. " “Nanti juga sembuh engga usah manja!” bentak Yani. sedangkan Nadira hanya menunduk ciut. Sekarang Rifqi tidak ada di rumah dan saat itu tidak ada yang bisa membantah perkataan Yani. Selesai makan Tania, Nadira, dan Raffa berangkat sekolah diantar oleh supir. Ketika sampai sekolahan terlihat teman-temanya memandang Nadira dengan tatapan aneh. “Nadira, kok muka kamu jadi begini?” tanya salah-satu temanya. “Nadira engga cantik lagi deh,” celetuk salah satu temanya. "Primadona sekolah kok jadi gini? " Nadira tidak menggubris omongan teman-temanya dia membiarkan teman-temanya mengomentari wajahnya yang sekarang. Tania juga ikut menjelek-jelekan wajah Nadira dan itu membuat Nadira sadar jika Tania sengaja melakukanya. Mulai saat itu Nadira mulai memakai cadar untuk menutupi wajahnya yang masih merah-merah. Pulang sekolah Rifqi terlihat sudah berada di rumah dan Tania langsung berlari memeluk Rifqi. “Ayah,” teriak Tania yang langsung berhambur kepelukan Rifqi. “Eh anak ayah yang cantik udah pulang sekolah,” ujar Rifqi. “Nadira, kamu kenapa kok pakai cadar?” tanya Rifqi setelah melepaskan pelukanya dari Tania dan mendekati Nadira. “Wajah Nadira merah-merah Yah karena makan udang,” jawab Nadira. Rifqi membuka cadar Nadira. Tania merasa jengkel ketika ayahnya mengkhawatirkan Nadira. “Kok bisa sampai begini?” tanya Rifqi lagi yang melihat wajah Nadira. “Maaf Yah itu salah Tania, jadikan Tania belajar masak terus Tania minta Nadira makan bareng Tania dan Tania lupa kalau Nadia alergi udang,” jelas Tania dengan menunjukan ekspresi sedihnya. “Oh iya engga papa itu bukan salah kamu kon Tan,” ujar Rifqi sambil mengusap keoala Tania yang terlihat sedih. “Nadira udah ke dokter?” “Udah Mas dia kemaren udah aku bawa ke dokter, kata dokter engga papa kok nanti hilang sendiri,” jawab Yani yang tiba-tiba muncul. Raffa ingin mengatakan yang sebenarnya tetapi dicubit oleh Yani dan Raffa hanya bisa diam saja tidak berani mengatakanya. “Yaudah kalian masuk kamar gih, ganti baju lalu makan,” perintah Rifqi. Mereka semua lalu menaiki tangga. Nadira masuk ke dalam kamarnya tak lama Tania ikut masuk ke dalam kamar Nadira. Dia menutup pintu kamar Nadira lalu berjalan mendekatinya. "Ada apa? " tanya Nadira. Tania langsung menarik rambut Nadira dengan keras sampai Nadira kesakitan. "Au lepasin, Tania! " pinta Nadira. "Inget ya Nadira, aku akan mengambil semua yang kamu miliki dan aku berharap wajah kamu tidak akan pernah membaik, " gumam Tania. "Dan jangan pernah berani-berani merebut perhatian Ayah dari aku!!! " sambung Tania yang masih menarik rambut Nadira. Tania lalu melepaskan rambut Nadira dan mendorong Nadira sampai terjatuh. Nadira terduduk di lantai melihat Tania yang berjalan keluar kamarnya. *** Satu minggu kemudian wajah Nadira sudah kembali seperti dahulu tetapi Nadira tetap memakai cadarnya itu yang membuat mereka berfikir jika Nadira tetap jelek dan tidak cantik lagi. Cadar yang dipakai Nadira bukanlah cadar umat muslim tetapi cadar yang dipakai pendekar Cina. “Nadira, kenapa masih memakai cadar? Apa wajah kamu belum membaik?” tanya Rifqi yang sedang berada di kamar Nadira untuk mengobrol dengan putrinya itu. “Engga papa Yah, Nadira pengen memakai cadar aja,” jawab Nadira. Rifqi menghargai keputusan Nadira itu dia tidak menanyakan apa-apa lagi. “Ayah, temenin Tania ngerjain tugas yuk,” pinta Tania yang baru saja masuk ke kamar Nadira. Tania menarik tangan Rifqi agar mengikutinya dan Rifqi dengan pasra mengikuti Tania. Setiap Rifqi ingin menghabiskan waktu dengan Nadira selalu diganggu oleh Tania. Rifqi sendiri tak sadar jika dia telah mengacuhkan putri kandungnya itu. Dia menganggap Nadira sudah dewasa tidak membutuhkan perhatian lebih darinya, padahal umur Nadira dan Tania itu sama tetapi Rifqi menganggap Nadira anak pertama yang harus mengalah dengan adik-adiknya. Malam ini Rifqi mengadakan pesta perayaan ulang tahun pernikahanya yang ke 3 tahun. Keluarga-kekuarga kaya hadir dipesta itu, Nadira mau tak mau menghadiri pesta itu. Gadis itu memakai gaun berwana tosca dan cadar dengan warna senada. “Cantik-cantik kok wajahnya ditutupi, takut ya dengan Tania?” sindir seseorang menghentikan langkah Nadira yang hendak ke kamar mandi. Nadira menatap gadis itu yang terlihat seumuran denganya. “Kenalin aku Nura Pranadipa,” ujarnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tanganya. Nadira memandangnya sebentar dan menyambut uluran tangan itu. “Nadira Mahawira,” ujar Nadira memperkenalkan diri. “Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, apa kau takut dengan Tania?” “Untuk apa aku takut denganya sayang, aku hanya tak ingin berurusan denganya dan dengan orang-orang yang memandang fisik seperti mereka,” ujar Nadira sambil matanya melihat kearah Tania dan teman-temanya. Setalah dia tahu sifat Tania yang sebenarnya hal itu pula merubah sifat Nadira. “Ya kamu benar mereka semua memandang fisik, dan kamu tau jika sebenarnya mereka saling menjatuhkan dibelakang,” tutur Nura. "Aku pikir kamu polos ternyata tidak seperti yang aku bayangkan, " ujar Nura memandang Nadira. "Kenapa? Apa kau pikir aku akan diam saja atas semua perlakuannya? " Nadira menatap Tania dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan. "Biarkan saja dia bersenang-senang sekarang, " gumam Nadira. Sifat Nadira tersebut yang membuat Nura tertarik berteman dengannya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
10.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.6K
bc

Kali kedua

read
222.2K
bc

TERNODA

read
202.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook