21. Tuhan Yang Menilai

1624 Words

Akhir musim penghujan tahun lalu. Shawn duduk di kafe burger dengan pandangan yang terus tertuju pada jalanan dibalik kaca besar yang menyekat dirinya dengan derasnya hujan di luar bangunan. Jam sudah menunjukkan pukul 12 lebih, namun sosok yang dia tunggu tak kunjung datang. Perasaannya pada lelaki pemilik gedung seberang jalan, terus membawanya untuk mengikuti gerik lelaki itu kemanapun, dan saat tahu jika Jovan sangat menggmari burger di kafe ini, Shawn pun mulai menggemarinya juga. Pupuil matanya melebar saat melihat sosok lelaki berpayung jas kerja dongker, mulai terlihat dibalik guyuran hujan. Suara lonceng di atas pintu berdenting, dan senyuman Shawn semakin lebar karenanya. Setelah 47 menit menunggu dan enggan memesan apapun, akhirnya Shawn bangkit dan berjalan cepat untuk ikut m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD