Maka, resmilah aku menjadi pebisnis online dari rumah. Berjualan lewat internet, kulakukan dengan menumpang dan nampang pada beberapa media sosial dan marketplace. Aku memaksimalkan timeline dengan sehari tiga kali posting penawaran. Aku aktif menambah jumlah teman. Biar tidak terlihat ’jualan’ banget, kuselipkan status motivasi atau cuplikan keren dari berbagai buku. Sesekali juga memberikan edukasi tentang proses pembuatan keripik dan manfaatnya.
Untuk membuat website atau blog sendiri, nanti dulu deh. Pembiasaan rutin posting dulu. Rencanaku, kujalankan cara ini sebulanan. Kalau sudah terbiasa, aku masuk website dan blog. Sst, masalah sebenarnya sih, masih gaptek. Aku perlu waktu belajar membuat website dan blog yang menarik.
Ternyata, dalam waktu dua minggu aku sudah mulai mendapat pesanan keripik tempe aneka rasa khas Malang dari pemesan non teman. Aldo, nama pelanggan pertamaku itu, orang Jakarta. Katanya mau coba dulu. Jadi pesanan pertama tidak banyak. Setelah barang sampai dan ia sudah mencoba, langsung order lagi dalam jumlah banyak. Katanya mau dijual di kafe yang dikelolanya. Aku senang sekali.
Penjualan komputer juga mulai ada respon. Meski kota Gresik, Lamongan, Tuban, dan sekitarnya tidak begitu besar, tapi ada beberapa tempat wisata yang ramai sepanjang tahun. Ada banyak pabrik dan perguruan tinggi yang terus berkembang. Gaya hidup masyarakatnya mulai beralih dari tradisional menuju modern. Secara peluang, ini sasaran empuk untuk produk gadget. Dengan begitu aku membenarkan analisa Endah bahwa pasar untuk komputer masih terbuka lebar.
Berdasarkan info dari Endah, aku memang dapat tempat yang harganya miring, sehingga bisa membeli dan menjual komputer bagus dengan harga mahasiswa. Karena masih banyak waktu luang, aku nerima order translate dan pengetikan. Ternyata mahasiswapun banyak yang tidak bisa, padahal buku teks mereka banyak yang English. Dosennya juga ada yang hobi memberi tugas karya tulis yang harus dikumpulkan dalam bentuk print out atau malah soft copy lewat e-mail dalam rentang waktu singkat. Terbukalah peluang kerja bagiku. Kala mengetik atau translate, aku sering instrospeksi diri. Apa dulu jaman masih kuliah aku juga seperti ini, ya?
Pagi ini, aku kembali online. Sambil memeriksa pesanan barang, aku masuk forum diskusi. Cukup ramai. Salah satu dari mereka dengan ID: wild centaurus mengajakku mengobrol personally. Aku tidak terlalu menanggapi. Toh hanya obrolan perkenalan biasa. Banyak sekali yang model begini.
Setelah meng-copy semua pesanan, aku off. Wild centaurus, aku bahkan belum bertanya nama sebenarnya. Ah, tidak penting. Paling sekali ini ketemu di internet. Aku kembali sibuk dengan e-mail. Lumayan juga order yang kudapat. Cukup memberi kesibukan sampai tiga hari ke depan.
******
Menjalankan bisnis online ternyata gampang-gampang susah. Gampangnya, aku bisa berkomunikasi dengan orang dimana saja dan kapan saja. Sehingga yang namanya pesanan, bisa datang dari orang di luar pulau, bahkan negara. Pesanan mendadak bisa datang di tengah malam. Masalahnya, aku tidak yakin semua orang yang menawarkan atau memesan barang di internet itu serius. Kuatirnya ada yang nipu. Aku sangat tertolong dengan beberapa marketplace yang menggunakan rekening bersama.
Aku ekstra hati-hati untuk produk komputer, karena bagaimanapun harganya lebih mahal dan tidak boleh dilempar-lempar. Pesanan komputer dan keripik di dalam kota dan sekitarnya, aku kirim sendiri. Aku ingin tidak sekadar barang sampai, tetapi aku ingin punya interaksi dengan pembeliku. Kadang pakai nyasar. Walau secara alami aku punya naluri tahu kalau nyasar, tetapi hal itu baru kusadari setelah nyasar. Meskipun tetap ada efek baiknya. Dengan sering nyasar, aku malah jadi tahu banyak jalan tikus dan jalur cepat ke berbagai tempat.
Syukurlah selain motor, kami punya sebiji Katana. Meskipun usianya sudah sangat dewasa, tetapi masih tangguh dipakai keluar kota. Kalau sedang banyak kiriman keripik atau komputer, ia sangat berguna. Kala aku tidak membutuhkannya, mobil ikut Nico ke kantor. Giliran mobilnya kupekerjakan, Nico bersepeda motor.
Ketika terpaksa menjalankan order jarak jauh, aku membangun kepercayaan dulu dan mencoba pengiriman dalam skala kecil. Kalau lancar, secara bertahap dilanjutkan ke skala yang lebih besar. Pengirimannya, tentu lewat layanan jasa kirim kilat.
Aku jadi punya link dengan konsumen dan rekan-rekan seprofesi yang lain. Aku bergabung dengan beberapa forum. Jadi aku punya banyak rekan seide, sehingga bisa saling bertukar info dan pengalaman. Tak jarang kami juga saling tukar order. Aku pesan barang dagangan mereka, mereka pesan daganganku. Sejauh ini aku sangat menikmati hari-hariku yang penuh aktifitas.
Malam itu, aku terbangun karena mendengar message alert hpku. Rasanya masih malas sekali. Entah kenapa badanku seperti copot semua. Padahal meski kerja tapi ‘kan tidak berat-berat amat.
Kubuka pesan dari Aldo. Ia mengajak online membicarakan pengiriman barang. Pakai tulisan ‘PENTING’, pula. Terpaksa kunyalakan komputer. Suamiku, masih terlelap di tempat tidur. Aku baru menyadari bahwa ini masih jam satu pagi. Kenapa Aldo sepagi ini sudah ngajak online. Ngobrol di telepon aja ‘kan lebih enak.
Aldo_mann : Hai! Pagi sekali! Sori dah bangunin km.
Nicky : Km gak tahu ya kalau tadi aku lagi mimpi indah?
Aldo_mann : He he he … sori deh. Yang ini penting. Ada stok keripik?
Nicky : Udah malem. Ngemilnya beli apa deh situ di mart sebelah.
Aldo_mann : Ya Ampun, Ky. Bukan buat gue. Ini Bos gue mo ngadain pesta. Boskuh pengen ngasih souvenir dan ada suguhan keripik buah.
Nicky : Perlu berapa sih?
Aldo_mann : Nggak banyak. Wong undangannya cuma 200 orang. Nah, masing-masing rencananya dikasih souvenir paling tidak dua bungkus. Trus di tempat pesta maunya juga disediakan keripik. Total kira-kira 500 bungkus cukup deh.
Nicky : Banyak. Pantesan bela-belain dan tegaan.
Aldo_mann : He he he. Maaf. Maaf. Masih gak terima aja nih, si Mbak. Jadi gmn? Ada nggak?
Nicky : Kalau ready stock kirim besok pagi, kayaknya hanya ada separonya. Nt kalau sudah pagi aku cariin deh. Nt siang aku kabarin. Emang pestanya kapan?
Aldo_mann : Sabtu ini. Kl nt siang kamu kasih kabar positif, aku ambil order ini. Kalau g dpt, segera kabari ya. Biar aku bisa segera cancel trus terima surat pemecatan.
Nicky : Haish. Segitunya J Ya, aku usahain deh. Nt kalau orang-orang dah pada bangun, aku cariin pesananmu.
Aldo_mann : He he he. Jd g enak. Udah deh. Pikirin duitnya. And kasih harga biasa lho. Kita kan friend.
Nicky : Iya. Iya. Tapi ongkirnya jelas nambah. Ekspress.
Aldo_mann : G masalah. Aku tunggu ya …
Nicky : Iya. Lain kali kalau emang penting, mending telepon deh. Mataku pedes lihat komp jam segini setelah tadi tidur.
Aldo_mann : Iya. Sory. Selamat melanjutkan mimpi indah, Ky.
Wah, syukurlah. Harga keripik buah yang kujual masih sekitar USD 2 perbungkus. Jadi, bisa kumaklumi bila Aldo berjuang sampai selarut itu. Kabarnya, Aldo bisa menjual dengan harga USD 3, bahkan lebih. Dia bisa untung besar. Lalu, baru kusadari ada nama lain yang juga online dan memanggilku.
Wild Centaurus : Hi! Pagi, Nicky. Lembur ya?
Nicky : Kepaksa. Tender besar.
Wild Centaurus : Assiik. Bakal ada yang nraktir aku nih
Nicky : Bisa saja. Tentukan menu dan tempat. Nanti makanan dikirim lewat email.
Wild Centaurus : Wkwkwk. Foto doang dong.
Nicky : Km? Kok jam segini online?
Wild Centaurus : G tau. G bs tidur. Jd online saja. Cari teman ngobrol dari dunia lain.
Nicky : Dah dapat?
Wild Centaurus : Td ada kunti dan tuyul. Tp lama2 ngeri juga :D
Nicky : Hmmm
Wild Centaurus : Km msh bs online lama, kan?
Nicky : Nggak. Msh ngantuk bgt. Ini jam setengah dua pagi
Wild Centaurus : Yahh. Ayolah. Bertahanlah. Temani aku ngobrol.
Nicky : Cari yg lain sajalah
Wild Centaurus : G ada yang udah kenal kayak kamu. Lagian km tuh asyik diajak ngobrol. Chat dg cewek lain, kuatirnya ia gak bener
Nicky : Ngantuk bgt.
Wild Centaurus : Yahh. Ya udah deh. Selamat beristirahat kembali
Nicky : Tq