Bab 15

955 Words

Lavinia duduk bersilang kaki di depan cermin bundar besar. Pencahayaan hangat menyelimuti kulit pucatnya, memantulkan kilau samar di bahu dan tulang selangka yang elegan. Rambutnya disanggul setengah, menyisakan helaian jatuh sembarangan yang justru membuatnya tampak lebih tak terjangkau. Gaun satin hitam menggantung jatuh di tubuhnya, seperti kabut malam yang memeluk diam. Stiletto berwarna perak telah dikenakan. Anting dan kalung sudah sempurna di tempatnya. Tinggal lipstik. “Warnanya terlalu gelap,” gumam Lavinia pelan, nyaris seperti berbicara pada diri sendiri. “Membuatku tampak seperti sedang berusaha keras.” Seth berdiri tak jauh di belakangnya. Ia diam. Menunggu. Seperti biasa. Lavinia menoleh setengah. “Gulung lengan bajumu.” Suara itu lembut, tapi jelas. Tak memberi ruang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD