Aurelia mengirim pesan ke nomor yang ia harap masih dimiliki Seth. Tak ada nama, tak ada penjelasan panjang. Hanya, [Saya hanya ingin bicara dengan Nona Lavinia. Bukan soal apa pun yang bisa dimuat di koran. Tapi soal siapa yang akan dia cari pada akhirnya. Siapa yang akan Elvano cari.] Seth menatap pesan itu lama. Ia tahu ini jebakan. Tapi ia juga tahu Lavinia akan lebih marah jika informasi ini disembunyikan. Pagi itu, Lavinia duduk di balkon rumah utama, mengenakan jubah satin putih dengan rambut yang belum digelung. Pagi yang seperti biasa, tapi dengan gelombang badai yang belum terlihat. Saat Seth menyampaikan pesan itu, hanya ada senyuman tipis di bibir wanita itu. "Siapa dia sekarang? Penantang? Korban? Atau sekadar gadis yang bermain api di perapian yang bukan miliknya?" ucap L

