Bab 28

1244 Words

Lantai penthouse masih dingin saat Lavinia berjalan pelan menuju ruang ganti. Gaun tipis berwarna mawar pastel telah tergantung sempurna di belakang pintu, dilapisi kain pelindung seperti sesuatu yang terlalu suci untuk disentuh sembarangan. Seth telah menunggu di luar kamar sejak pukul tujuh. Tidak banyak suara. Hanya denting sendok di bagian dapur, dan napasnya yang ditahan tiap kali langkah Lavinia terdengar dari balik pintu. Pagi ini, Lavinia tidak bicara banyak. Tapi saat keluar, ia langsung memaku dunia. Gaun itu seperti kelopak mawar yang hidup di tubuhnya, tipis, rapuh, tapi tak bisa dianggap lemah. Rambutnya dibiarkan jatuh alami, disisir ke satu sisi. Wajahnya hanya diberi polesan ringan, tapi merah bibirnya setajam bunga yang baru merekah. “Mobil sudah siap?” tanyanya datar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD