“Ra, mampir ke rumah, yuk? Mami nanyain kamu terus,” Gema menutup Macbook miliknya dan memasukkan benda tersebut ke dalam tas. Jam kerjanya sudah berakhir beberapa menit lalu, bersamaan dengan berakhirnya sesi konselingnya bersama Aurora di sore yang agak mendung tersebut. Hari ini, jadwal konseling Aurora berganti menjadi sore hari, dari yang sebelumnya pagi atau siang. Tidak ada alasan khusus, hanya menyesuaikan saja dengan jadwal Gema yang juga sedang menangani beberapa pasien lainnya selain Aurora. “Mmm… boleh deh. Aku juga kangen sama Mami. Udah lama banget nggak ketemu,” kepala Aurora mengangguk, menyetujui ajakan Gema untuk mampir ke kediaman perempuan itu yang sudah bertahun-tahun tak disambanginya. “Tapi aku kabarin Dirga dulu, ya? Biar nanti dia jemput ke rumahmu aja.” “Iya. A

