Setelah dua hari menghabiskan waktu di rumah sakit dengan Dirga yang terus bersamanya dan Gina yang datang dua kali sehari, akhirnya Aurora diperbolehkan pulang. Gema juga sempat menjenguknya, dan psikolognya itu mengatakan kalau Ganendra menitipkan salam padanya. Aurora hanya mengangguk dan tersenyum tipis, tak mengatakan apapun untuk membalasnya. Sepertinya Gema belum tahu apa-apa, dan mungkin memang Ganendra belum memberitahu keluarga Gema. Lagipula, kan belum tentu kalau dia dan lelaki itu memiliki hubungan darah. Sejauh ini hanya spekulasi yang muncul di benak Aurora berdasarkan hasil menerka-nerka. “Ra, yuk makan,” Gina bersandar pada kusen pintu kamar Aurora yang dibiarkan terbuka. Tadi sahabatnya itu menolak dengan keras ketika Aurora akan membantunya menyiapkan makan malam. Mala

