Dirga menghentikan HR-V abu-abu tua miliknya di depan sebuah rumah yang menurutnya cukup besar dengan halaman yang luas. Dari luar, rumah tersebut sudah terlihat asri, tertata rapi dengan taman yang terawat baik, cukup luas untuk dijadikan arena bermain bola untuk anak-anak. Baru pertama kali melihatnya saja, Dirga langsung menyukai rumah tersebut. Semacam rumah impian yang ingin dibangunnya kelak. Bersama Aurora, tentu saja. Kan, semua mimpi-mimpi dan harapannya tentang masa depan, selalu ada nama Aurora yang ikut serta di dalamnya. Tabungannya sudah cukup untuk membangun sebuah rumah. Namun, masih belum cukup jika harus membangun rumah seperti yang ada di hadapannya saat ini. Terlebih mendirikannya di atas tanah yang luas. Untuk sementara, rumah sederhana dan minimalis dengan halaman k

