"Ra, tadi pagi Om Indra mampir ke rumah. Dia minta nomer hp kamu. Boleh dikasih?" Gema mematikan komputer di hadapannya kemudian membereskan barang-barang miliknya, bersiap-siap untuk pulang. "Aku nggak tahu buat apa, sih. Tapi katanya penting banget." Aurora menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan menghembuskan napas berat. Pagi tadi, Reyhan. Sore ini, laki-laki itu. Aurora membatin tanpa bisa menyebut nama Ganendra, karena dia sendiri bingung bagaimana harus menyebut lelaki itu sekarang. Hidup perempuan itu terasa semakin pelik saja akhir-akhir ini. Reyhan yang terus menerus datang dan memohon, Riska yang kembali ke kehidupannya dengan menjadi teman kerja sang kekasih, lalu beberapa hari ini dia dihadapkan pada kenyataan kalau ternyata dirinya masih memiliki orang tua lengkap.

