Bahagiamu adalah Bahagiaku

1266 Words

Dirga memarkirkan HR-V abu-abu tua miliknya di depan sebuah kafe yang tengah hits. Dia mengambil tasnya yang berisi laptop dan file-file pekerjaannya di kursi belakang, lalu keluar dari mobil. Langkah kakinya terasa santai dan ringan memasuki bangunan kafe tersebut. “Silahkan,” seorang barista menyambutnya dari balik counter kasir. Dirga mengangguk sekilas lalu memilih duduk di kursi yang tak jauh dari pintu masuk. Ketika barista tersebut menghampiri mejanya, lelaki itu menyebutkan menu pesanannya lalu mengeluarkan laptop dari tas. Siap untuk mulai bekerja, meskipun pada kenyataannya Alexander Christie di pergelangan tangan kirinya sudah menunjukkan jam satu siang. Waktu di mana orang-orang kantoran justru sedang menikmati waktu istirahat dan makan siang. Ketika sedang menunggu proses bo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD