Duka

1387 Words

Cakrawala terlihat mulai berubah warna, tidak lagi sepenuhnya biru. Di sebelah barat mulai terlihat semburat tipis rona jingga. Menandakan bahwa gelap akan segera menyapa bumi dalam beberapa menit ke depan. Tapi hal itu tidak membuat Aurora ingin beranjak dari posisinya bersimpuh di atas tanah. Dia tak peduli dengan rasa nyeri pada luka pasca persalinannya. Sepoi angin yang berhembus membuat ranting-ranting bergesek hingga menimbulkan suara yang terdengar memilukan. Suasana pilu yang menyelimuti salah satu sudut komplek pemakaman tersebut terasa semakin pekat. Berbanding terbalik dengan cerahnya cuaca di sore hari ini. “Ra, pulang yuk,” Gina menyentuh pundak Aurora dan mengusapnya pelan. Aurora menggeleng samar lalu berkata dengan suara yang teramat pelan, “Kalian duluan aja. Aku masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD