Halaman panti yang luas itu ramai dengan anak-anak yang bermain bola. Dirga dan Edo yang ikut bergabung di masing-masing tim semakin meramaikan pertandingan. Selagi kedua lelaki itu asyik bermain dengan anak-anak, Aurora dan Gina hanya menonton mereka dari teras panti. Kebaya yang tadi melekat di tubuh mereka sudah berganti dengan pakaian santai. Terlalu gerah jika terus-terusan mengenakan kebaya, sedangkan acara lamaran telah berakhir sejak satu jam yang lalu. “Jadi… kalian gimana sebenarnya?” tanya Gina tanpa mengalihkan perhatiannya dari halaman yang ramai. Tapi tentu saja pusat perhatiannya adalah Edo seorang. “Gimana apanya, Na?” “Ya… hubungan kalian itu sekarang gimana? Aku lihat, semakin hari semakin… apa ya? Kayak udah nggak saling canggung lagi. Kalian udah sama-sama nyaman nun

