Kali terakhir Aurora mengunjungi pemakaman di mana dirinya berada saat ini adalah sekitar tiga bulan lalu, ketika dirinya sedang berada pada titik nadir dalam hidupnya. Saat itu dia datang dalam keadaan kacau. Dan kini, dia kembali mengunjungi makam sang buah hati dengan hati yang lebih lapang. "Halo, Nak," Aurora meletakkan sebuah buket bunga matahari di atas pusara lalu mengusap nisan yang bertuliskan nama Maheswari Candramaya Abimanyu tersebut. Dia membersihkan dedaunan yang berserakan dan rumput-rumput yang mulai tumbuh di sekitar makam mungil itu. “Maaf ya, ibu baru datang lagi setelah sekian lama,” senyum getir terbit di wajahnya. “Kemarin-kemarin, ibu nggak kuat untuk datang ke sini. Ibu belum ikhlas menerima kepergian kamu. Maafin ibu ya, Sayang,” sekuat apapun Aurora berusaha, b

