Riska meletakkan telapak tangannya di atas perutnya yang masih rata. Punggungnya bersandar ada sofa di ruang tengah rumahnya yang lengang. Rumahnya memang selalu lengang, karena hanya dirinya sendiri yang menempati rumah tersebut. Dia memilih untuk keluar dari rumah kedua orang tuanya setelah resmi lulus kuliah. Dan sang ayah mendukung keputusannya dengan membelikan sebuah rumah yang terletak di sebuah komplek perumahan elit. Rumah mewah itu baru akan terasa hidup jika Reyhan datang. Tanpa kehadiran lelaki itu, maka suasana akan terasa kosong seperti tak ada kehidupan. Setengah harian ini, Riska berjuang melawan rasa mualnya yang tiba-tiba datang saat dirinya tengah makan siang. Dia sendiri cukup terkejut karena sejak mengetahui kehamilannya, dia baru sekali merasa mual, dan itu pun terj

