Parit Rawa

289 Words
Parit rawa adalah jenis parit (saluran air) yang dibuat di area lahan gambut atau rawa dengan tujuan utama untuk mengeringkan, mengatur muka air tanah, dan membuat lahan bisa diolah atau ditanami, terutama pada pembukaan lahan kelapa sawit. ✅ Fungsi Parit Rawa: Menurunkan muka air tanah agar akar tanaman (terutama sawit) tidak tergenang. Mengeringkan lahan yang tergenang air secara alami (rawa atau gambut). Mengalirkan air keluar menuju kanal atau parit kolektor. Menjaga kestabilan lahan gambut, agar tidak terlalu basah atau terlalu kering. 📏 Spesifikasi Umum Parit Rawa: Komponen Ukuran/Spesifikasi (umum) Lebar atas 2–3 meter Lebar bawah 0.5–1 meter Kedalaman 1.5–2 meter (disesuaikan) Jarak antar parit 50–100 meter (tergantung topografi dan jenis tanah) Kemiringan dasar 0.1–0.3% (agar air bisa mengalir perlahan) 🔄 Jenis-Jenis Parit Rawa: Parit Primer: Parit utama yang menampung air dari banyak saluran kecil. Biasanya dihubungkan langsung ke kanal besar atau sungai. Parit Sekunder/Tersier: Parit cabang yang berada di dalam blok tanam. Mengalirkan air ke parit primer. Parit Pembuangan: Fungsinya khusus untuk membuang air berlebih saat musim hujan. Sering terhubung ke pintu air atau sistem drainase luar. ⚠️ Hal yang Perlu Diperhatikan: Pintu air atau bendungan mini sering dipasang di parit rawa untuk mengontrol debit air, supaya lahan tidak terlalu kering di musim kemarau. Bila dibuat terlalu dalam dan kering total, tanah gambut bisa teroksidasi dan menyusut, menyebabkan kebakaran atau kerusakan lingkungan. Idealnya, muka air tanah dijaga sekitar 50–70 cm di bawah permukaan lahan untuk tanaman sawit. 📍 Contoh Aplikasi di Lapangan: Di areal rawa di Kalimantan, sebelum tanam sawit, dibuat parit rawa primer dengan kedalaman 2 meter, dilengkapi sekat dan pintu air, agar ketinggian air bisa dikontrol dan akar sawit tidak busuk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD