Estes menggoreskan belati tajam miliknya pada permukaan perut milik Hana, tak ada waktu untuk menunggu kedatangan raja Aratha, tak ada waktu untuk menunggu keputusan dari penguasa klan demon tersebut. Nyawa Hana sedang dalam taruhan, dan nyawa Hana tak bisa di tukar dengan waktu sebeku apapun. Darah mengucur deras dari goresan belati, ranjang beralas kain putih ternoda cairan merah. Estes menatap pada tangan yang keluar dari belahan luka pada kulit perut Hana, tangan dengan cakar tajam berwarna hitam. Aura begitu kelam memenuhi kamar tersebut, bahkan para tabib dan Ryota tersungkur lemah. Memejamkan mata, Estes kembali melanjutkan goresan pada perut Hana. Dia hanya bisa menahan napasnya saat melihat bayi kecil sedang menyeringai ke arahnya. Bayi itu merangkak keluar dari perut ibunya ya

