YOKU

2373 Words

Warna jingga menghiasi langit, suara burung terdengar ribut. Saat ini, surai panjang dengan warna putih tertiup sepoi halus, kaki dengan sepatu berhias mutiara melangkah terburu, dedaunan berisik menjadi pengiring bagai musik pengantar nyanyian sang burung. Masih, sosok pria itu berjalan cepat, melewati pepohonan yang berdiri angkuh, pepohonan besar nan kokoh. Iris biru lautan menatap jalanan sepi, senyum di bibir melengkung indah bagai pelangi terbalik. "Ingin pergi ke mana Tuan?" suara itu menjadi penghenti langkah terburu, pria bersurai putih menatap ke atas pohon yang ada di depan sana. Berjarak beberapa meter, namun cukup untuk menatap wajah asing seorang pria. "Siapa anda?" suara terdengar, namun nada datar tak bersahabat jelas saja mengalun. "Kau akan menyebutku sebagai Lord di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD