SANG TAKDIR

2867 Words

Terang menepis gelap, agung mentari menepis anggun sang rembulan. Kicau sakit sang burung api, raung duka dara suci. "Shuxio!" panggilan itu membelah sepi di lorong istana Dramiki, seorang gadis kini berjalan cepat menghampiri sang penjaga neraka, iris indahnya menatap pada wanita yang masih memejam mata, wanita yang menghembuskan napas dengan tenang, wanita yang kini berada dalam gendongan hangat Shuxio. "Ada apa nona Airi?" tanya Shuxio, dia menatap Airi dengan pandangan biasa, bukan... Dia bukan membenci wanita tersebut. Tapi begitulah dirinya selalu bersikap dingin pada siapapun, apalagi di saat ini urusannya harus tersendat karena memenuhi panggilan anak Hawa di depan matanya. Airi yang mendapat pertanyaan dari Shuxio hanya bisa menggigit bibirnya saja. Dia ingin bertanya banyak h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD