Jihan mengedarkan matanya melihat pemandangan di kamarnya. Seingatnya suaminya masih berada di sampingnya, namun ketika ia terbangun ia mendapati dirinya seorang diri dengan situasi kamar yang berantakan karena ulah mereka yang saling merindu. Dengan cepat Jihan menggunakan pakaian dan berjalan keluar kamar. Jihan benci melihat rumahnya yang begitu sepi dan kosong. Terkadang ia merindukan masa-masa awal menikah, ketika ia dan Alfa tinggal di kontrakan mungil namun bahagia. Ia yang selalu setiap pagi menyiapkan sarapan untuk Alfa dan Alfa yang sedang merintis usahanya membuat keripik rendang yang kini fenomenal bahkan diminati oleh konsumen di luar negri, membuat suaminya berjaya hingga mampu membuat kerajaan bisnis tersendiri. Jihan melihat Alfa yang sedang berdiri membelakan

