Dua Puluh Empat

1271 Words

        “Ngapain pagi-pagi kamu ke rumah aku?” tanya Tita menatap tajam Bulan yang berdiri di depan pintu.             “Angkasa ada?” Tanya Bulan mengabaikan pertanyaan Tita.             “Buat apa? Ini masih jam enam pagi. Kamu ngapain ada di rumah aku?”             Bulan menghela napas dan mengabaikan pertanyaan Tita. Ia lebih memilih mengambil HPnya di tas dan menelpon seseorang yang diduga Tita adalah suaminya.             “Sa, aku ada di rumah kamu. Maaf mengganggu datang sepagi ini, aku cuma mau kasih laporan rincian bunga yang kemarin.” Tidak lama Bulan menyimpan HPnya dan membalas tatapan sinis Tita.             “Kenapa enggak minta diantar orang lain sih? Kenapa harus repot-repot antarin sendiri ke rumah pagi-pagi?” tanya Tita kembali.             “Jam delapan aku ada penerba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD