Tita menatap masam kepada Angkasa yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia mengira Bi Mae yang akan menjemput Balqis, sehingga ia sengaja menyempatkan waktu menemui putrinya. “Aku tahu kamu pasti ke sini,” bisik Angkasa. “Papa enggak kerja?” “Habis antar Aqis pulang, Papa harus ke kantor lagi. Nanti Aqis main sama Bi Mae ya?” “Aqis boleh main ke rumah Olin? Kemarin Olin beli sepeda baru, Aqis mau nyoba.” “Boleh, nanti Bi Mae ikut nemenin ya. Sekarang Aqis ambil tas dulu ya,” Balqis mengangguk dan berlari masuk ke dalam kelas. “Ta, ayo pulang.” Bujuk Angkasa. “Udah berapa kali aku bilang kalau aku sama Bulan enggak ada hubungan apa-apa,” “Aku enggak mau pulang,” Tita menghinda

