15. I Love You As Always

1035 Words

"Babe?" panggil Laura. Gavin yang masih duduk di ruang kerja lantas mendongak. Meski belum sempat menjelaskan apa-apa, tapi Gavin bisa membaca aura cemas di wajah Laura. Gavin yakin, Laura akan membicarakan hal yang penting. "Kamu kenapa?" tanya Gavin seraya menarik tangan Laura. Setelah terlebih dahulu mengusap wajah Laura, Gavin lantas meraih bagian pinggang. Dengan sedikit tarikan, dia lantas membiarkan Laura duduk di pangkuannya. Tak lupa, sebelah lengan Gavin juga terulur melingkari perut. "Senyum dulu." Gavin berucap seraya mengusap pipi Laura. Sambil sedikit memundurkan kepala, Laura kemudian menggeleng. Ekspresi wajahnya masih teguh menyiratkan rasa serius. Cara Laura menatap mengisyaratkan kalau dia sedang tidak ingin diajak bercanda. "Ok, sorry," ucap Gavin menyadari kesala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD