Pada akhirnya, dugaan Tian tepat. Lucy tidak lagi ingin makan masakannya. Wanita itu berubah pikiran tepat di lima meter jarak keduanya dari rumah sang kakek. Kalian tebak kemana? Taman bermain. Mengesalkan memang. Tapi sayang, gimana dong? Mau tidak mau Tian menuruti keinginan wanitanya tersebut. Biarkan dirinya berkata begitu, toh siapa tahu bisa jadi do'a. Hidup bahagia bersama dengan Lucy dan calon anaknya adalah impian Tian. Seperti tekadnya. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Karena kesempatan tidak datang dua kali. Ada kedua, namun rasanya akan berbeda. Sampai di taman bermain, dirinya dibuat kesal lagi. Ujian untuknya, kok begini ya? Gak berat, tapi bikin kepala dan kaki cenat cenut. Hah, tidak apa. Asal Lucy bahagia, anaknya bahagia, semua orang bahagia, ia akan b

