Tiga Puluh Tiga

1058 Words

"Aku mengikuti mu lari-lari seperti orang gila begini, aku harap hal yang kau tunjukkan padaku ini penting." Tidak terlalu fokus yang di katakan oleh Tuannya, Atha menoleh ke kanan ke kiri mencari seseorang. Seseorang yang ia ketahui posisinya ada di sini sekarang, tentunya dari orang terpercaya. "Atha daripada aku menunggumu berdiri diam di taman rumah sakit ini, lebih baik aku menjenguk Ci--" "Itu Tuan!" Tian menatap Atha tidak mengerti. "Tuan segera ke sana!" "Ke mana Atha?!" Hilang sudah kesabaran Tian. Asistennya ini, tidak menjelaskan apapun padanya. Hanya kata cepat, buruan yang terus diucapkan. "Maafkan saya, Tuan," sesal Atha, yang mulai sadar dari kepanikannya. "Di bawah pohon itu ada Nona Lucy, Tuan." "Lucy?" Pandangan Tian mengarah ke tempat yang Atha tunjuk. Memang benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD