Dua puluh satu

1084 Words

Posisi Lucy di kunci oleh Tian. Jika bisa melangkahi meja, Lucy akan melakukan itu dari tadi. Sayangnya tidak bisa. Mau menerobos dari bawah, sama. bawah mejanya ini ada penyangga silang nya. Mana bisa menerobos. Ia bukan anak kucing. "Lucy ..." Lucy memalingkan muka. Matanya menatap apapun selain obyek di sampingnya. Hatinya gelisah. Ia tak tenang. Bayang-bayang Tian menyentuh dirinya berkelibat dipikirannya saat ini. *** "Kau mau apa? Pergi. Aku mau menyiapkan makan malam." "Aku bilang pergi, Tian!" Bukannya pergi, Tian malah melangkah lebih dekat ke arah Lucy. "Aku senang bisa tinggal satu atap bersamamu. Ya, walau cuma malam ini aja." "Kau mengerikan, Tian. Kau seperti bukan Tian yang aku kenal." "Tian yang kau kenal menutup cintanya Lucy. Tian yang ada di hadapanmu sekarang a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD