"Mil memanggilnya Al. Saat itu, dimanapun Al berada, di situ pula sinar yang terang hadir mengikutinya. Al itu hampir sempurna. Dia tampan, cerdas, jago main basket, ketua osis pula. Mil mengagumi Al sejak SD. Dari kecil, kami selalu sama-sama. Selalu berada di sekolah yang sama, kelas yang sama, kegiatan yang sama. Dimanapun Al berada, Mil selalu ingin ada di belakangnya. Keluarga Al tidak sehangat keluarga Mil. Orang tuanya selalu bertengkar lalu pisah saat Al dan Mil masuk SMP. Sejak saat itu, Al hanya tinggal dengan Kak Helga. Kedua orang tua yang sejak Al kecil gak pernah memberi perhatian, memilih jalannya masing-masing meninggalkan rumah. Menganggap bahwa Kak Helga cukup dewasa untuk merawat adiknya seorang diri. Tapi ternyata keadaan terbalik. Al yang justru merawat Kak Helga. Saa

