Tiga tahun yang lalu Hari itu, matahari tampak begitu semangat mengeluarkan sinarnya. Mil berjalan dengan pelan menuju rumahnya tanpa memperdulikan kulitnya terbakar kemudian menghitam. Di kepalanya masih terngiang-ngiang tawaran dari seniornya untuk mengajar di pedalaman. Ini pengalaman berharga. Namun Mil ragu dia bisa bertahan dengan baik di desa terpencil. Jika dipikir lebih dalam lagi, tawaran itu sebenarnya kesempatan yang begitu bagus. Mil bisa melarikan diri dari Helga yang terus-terusan menerornya belakangan ini. Bahkan perempuan itu dengan tidak tahu malu menumpang di rumahnya. Mil sudah lelah. Jujur saja selama ini dia ingin segera melarikan diri sejauh mungkin dari Helga. Padahal, Mil mengira setelah kepergiannya ke Paris, Helga tidak akan mengganggunya lagi. Tapi perkiraan M

