37

1330 Words

Dengan tangan yang saling bertaut, Mil dan Leon melangkah menuju tempat di mana untuk pertama kalinya, Leon akan bertemu dengan perempuan itu setelah pertemuannya terakhir kali di pemakaman sang ayah. Masih jelas diingatannya bagaimana perempuan itu meraung menangis di sisi makam ketika semua penyelayat pergi. Hari penuh duka itu, untuk pertama kalinya, Leon memandang Helga dengan wajah benci. "Kamu gugup?" tanya Mil dengan tangan yang sudah keringat dingin dalam genggaman Leon. "Enggak, Emila. Gak usah khawatirkan aku, aku akan baik-baik aja." Leon menjawab tanpa menghentikan langkah mereka. "Kamu akan menepati janji kamu kan?" tanya Mil lagi. Kali ini langkah Leon terhenti. Laki-laki itu kemudian menoleh menghadap istrinya dengan kedua tangan yang diletakan di bahu kecil milik Mil. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD