Sinar matahari masuk melalui celah gorden yang terbuka. Zara berdiri dari atas sajadahnya, menyeret kaki mendekati jendela dan menyampirkan kedua sisi gorden ke ujungnya. Dia membuka pintu balkon dan berjalan keluar, merasakan semilir udara pagi yang langsung menerpa wajah, dan kicau burung di kejauhan yang terdengar saling bersahutan. Hari ini tiga hari semenjak kepulangannya dari New York. Abi baru saja menelepon sesaat setelah Zara melaksanakan subuhnya. Ponsel masih dalam genggaman Zara, sedang pikirannya berkelana jauh. Zara masuk kembali ke dalam kamarnya dan berdiri di hadapan cermin, menatap pantulan dirinya, lalu menarik kedua sudut bibir ke atas, membentuk senyuman yang jelas tampak dipaksakan. Jika seperti ini, bagaimana dia bisa menghadapi dunia dan memperlihatkan kepada oran

