Jum’at pagi, Zayn dan Zara mengunjungi kediaman Altair. Zara memaksa Zayn untuk membawa setoples biskuit kesukaan sang papa yang telah dibungkus dengan kain yang apik. Biskuit ini hanya satu-satunya makanan kesukaan Ahmad, dibuat sendiri oleh Zara. Ketika sampai di kamar Ahmad, Zara mengucap salam, sedangkan Zayn mengekor di belakangnya dengan malas-malasan. “Assalamu’alaikum, Papa!” seru Zara bersemangat lalu sedikit berlari dan memeluk Ahmad erat, lalu menyalami tangannya. Rasa bahagianya bukanlah tidak berarti. Sebab hari ini, untuk pertama kali dia menjenguk Ahmad bersama Zayn. Zara cukup tahu hubungan di antara ayah dan anak itu tidaklah berjalan baik, jadi Zara akan menggunakan kesempatan langka ini dengan baik. “Wa’alaikumussalaaam, putriku. Bagaimana kabarmu?” sapa Ahmad balik.

