Zara duduk di atas pasir, di bawah salah satu payung yang disediakan di sana. Dia sebenarnya bingung, kenapa pantai seindah ini sepi pengunjung? Padahal seingat Zara, pantai ini sebelumnya cukup ramai dikunjungi oleh beberapa anak muda yang berjemur mengenakan bikini dan baju pantai. Apa ini adalah tanda yang baik? Bahwa Allah tengah menolongnya. Alhamdulillah, batinnya, masih tidak bisa mengenyahkan senyum di bibir. Tidak lama kemudian, Zayn datang dengan kantong plastik berwarna putih yang ia tenteng di tangan. Pria itu lalu duduk di samping Zara. “Apa yang kau beli?” tanya Zara, membuka kantung plastik itu dan melihat isinya. Beberapa kaleng minuman dingin, snack, dan cokelat. “Tidak ada air mineral?” tanya Zara yang dibalas Zayn dengan delikan tajam. Zara langsung mengatupkan bibirny

