manis dan pahit

1734 Words
Dewa membuka pintu kamar Anika, Anika yang sedang baring langsung bangun dan berdiri " kenapa? " pulang jam berapa? " baru aja jam 1 tadi, kenapa? " kenapa kamu bilang! kenapa nggak pulang nggak kasih kabar? kamu pergi kemana berdua aja dengan lelaki lain? " Anika nggak mau jawab," kata Anika sambil berjalan keluar kamar menjauh dari Dewa " kamu udah keterlaluan Anika!!! mas tau kamu pergi bukan urusan kantor, mas ketemu pak Agus supir pak Kevin tadi. kamu ngapain aja dengan dia " Anika nggak ngapa-ngapain, mas pikir Anika perempuan apa?" Anika masuk lagi kekamarnya dan Dewa mengikuti nya lagi " kamu itu perempuan udah menikah Anika, jangan menginap dengan laki-laki lain, apalagi dengan bos kamu!! " terserah Anika mau ngapain... udah sana keluar Anika mau istirahat, " siap siap kita pergi belanja.. " pergi aja sendiri Anika capek!! " cepat siap siap! bentak Dewa Anika dengan malas bersiap dan ikut dengan Dewa, ini pertama kali nya Anika dan Dewa pergi bersama. di mobil Anika hanya terdiam melihat keluar jendela. Dewa mengelus lembut kepala Anika " maafin mas ya udah bentak kamu, lain kali kalo nggak pulang kasih kabar mas khawatir dan nggak bisa tidur nungguin kamu, mas nggak mau kita bertengkar terus "makanya mas jangan paksa Anika terus, mas Dewa yang jadi jahat dan buat Anika takut " iya mas minta maaf, kamu jangan ketemu Arya lagi ya, ingat kamu itu istri mas.. " Anika nggak ngerasa jadi istri... Anika nggak mau, dan Anika udah lama putus sama Arya " bagus... mas juga lagi belajar jadi suami yang baik Anika, ini juga nggak mudah, mas udah anggap kamu adik mas dan sekarang jadi istri, tapi nikah bukan main-main, dan mas udah mulai menyayangi kamu sebagai wanita.. mas mau kita menikah lagi di KUA, " Anika nggak mau mas... Anika nggak ada perasaan apapun sama mas Dewa dan sangat sulit untuk Anika menganggap mas Dewa suami Anika, bahkan Anika belum menerima pernikahan ini... " kita pelan pelan aja dan mas nggak akan pernah ceraikan kamu " kalau Anika yang minta karena Anika udah cinta sama laki laki lain? mas akan lepasin Anika? "mas nggak bisa jawab itu Anika... Anika dan Dewa terdiam sampai mereka berhenti di depan super market. " kita beli keperluan rumah, isi kulkas dan keperluan kamu" kata Dewa Anika senang memilih belanjaan dan sesekali berdebat dengan Dewa serasa benar benar suami istri. Dewa hanya tersenyum melihat Anika. cukup banyak yang mereka beli. setelah dari supermarket Anika dan Dewa pergi ke toko pakaian, Dewa memilihkan beberapa pakaian untuk Anika dan karena udah malam mereka makan di sebuah kafe " capek?" tanya Dewa " nggak, " besok kerja mas antar ya " iya, Anika dan Dewa menikmati makan malam dengan tenang dan Dewa dan Anika sudah bisa sedikit bercanda. Dewa memilih bersabar menghadapi Anika dan Anika sendiri merasa seperti jaman anak anak dulu, Anika benar benar tidak menganggap Dewa sebagai suaminya dan tanpa sadar ia melupakan Arya, tetapi juga tidak menerima pak Kevin, ntah apa yang dirasakan Anika sebenarnya. Anika dan Dewa sampai di rumah dan langsung mengemas barang belanjaan nya, Anika dan Dewa bersama memasukkan barang ke kulkas dan jarak mereka sangat dekat saat itu. Dewa lalu mencium kening Anika dan Anika terlihat santai aja dan tanpa reaksi. Dewa sedikit kecewa lalu menarik tangan Anika dan memeluknya. Dewa memeluk dan terus mencium pipi dan kening Anika, Anika sedikit menghindar lalu Dewa mengangkat tubuh Anika ke atas meja bar Dewa mencium bibir Anika dengan satu tangan menahan kepala Anika agar ciuman mereka semakin dalam, satu tangan lagi memegang pinggang Anika. posisi kaki Anika sedikit membuka dengan Dewa ditengah dalam posisi berdiri. Dewa menekan pinggangnya merapatkan lagi tubuhnya dengan Anika. Anika sudah tidak menolak ciuman Dewa bahkan sedikit desahan keluar dari mulut Anika saat mengambil napas dan tidak melepas ciuman mereka. Anika bahkan mengalungkan tangannya ke leher Dewa lalu menarik rambut Dewa pelan. ciuman Dewa turun ke leher jenjang anika menghirup dalam aroma nya. tiupan napas Dewa membuat desahan keluar lagi dari mulut Anika dan kenaikkan kepalanya memberi akses lebih pada Dewa. Dewa semakin menekan pinggang nya pada inti Anika merasakan sedikit kehangatan nya. lalu Anika membuka mata dan mendorong Dewa, Anika turun dari meja berdiri di depan Dewa napas kedua nya yang masih cepat. Anika menatap mata Dewa lalu pergi meninggalkan Dewa tanpa bicara apa apa. Dewa mengikuti langkah Anika dan memeluknya dari belakang " lepasin, Anika mau ke kamar... " mulai hari ini kita satu kamar ya... " nggak Anika nggak mau " mas udah tau kan kenapa, Anika nggak mau jawab lagi, udah lepasin " " ternyata memang udah beda rasanya, mas menginginkan kamu Anika," kata Dewa sambil memegang dadanya merasa detak jantungnya yang semakin cepat " mas ingin hubungan kita seperti suami istri yang sesungguhnya Anika " Anika nggak bisa dan jangan pernah ulangi lagi yang seperti tadi, " tidak ada yang salah dengan yang mas lakukan anika, kamu istri mas " aaahhh udah jangan bahas itu lagi, Anika nggak mau bertengkar, Anika capek, sana keluar" kata Anika sambil mendorong Dewa keluar dari kamarnya lalu Anika mengunci pintunya. Dewa sendiri masih terdiam dan tersenyum " mas udah jatuh cinta Anika, mas yakin ini cinta,mas ingin memiliki kamu seutuhnya hidup bahagia seperti pasangan suami istri lainnya. mas ingin menikah resmi dengan kamu, mas ingin bilang kesemua orang kamu istri mas.." gumam Dewa Anika sendiri malah kesal dengan Dewa " beda apaan, dibaikin malah gitu" gerutu Anika " kenapa Anika malah menerima sentuhan mas Dewa, bahkan Anika menyesal udah mendorong nas Dewa, Anika lalu mengganti pakaian lalu berbaring di tempat tidurnya. tak lama Anika pun tertidur. jam 6 Anika udah bangun dan bersiap untuk kerja, Anika keluar kamar dan Dewa udah rapi dan sedang menyiapkan sarapan, " harusnya Anika yang buat, " nggak papa ayo sarapan dulu, terus mas antar kerja " iya, Anika dan Dewa sarapan bersama.. " ini ATM nya kamu bawa, ini nafkah dari mas untuk kamu, ini kewajiban mas " kewajiban apa, Anika nggak mau, " mas ini suami kamu, dan kewajiban mas memberi kamu nafkah, " udah nggak usah ulang ulang terus suami, istri, Anika nggak bisa anggap gitu, nggak ngerti ya.... " pelan pelan Anika kamu pasti bisa, memang kenyataannya gitu, " udah lah Anika mau pergi jadi antar gak? dan Anika nggak mau ada yang tau Anika udah nikah, dan cuma nikah agama aja Anika nggak mau orang tau!!! " ya makanya kita secepatnya nikah ulang di KUA " itu lagi, Anika nggak mau mas Dewa.. itu nggak akan pernah terjadi titik!!!!!!! " ya udah, malam ini kita akan ke rumah papa " ngapain? " makan malam aja " iya Dewa mengantar Anika kerja, hari ini Anika dan pak Kevin ada pertemuan diluar dan pergi makan siang bersama, kedekatan Anika dan pak Kevin mulai dibicarakan teman teman kerjanya dan Anika tampak cuek saat temannya bertanya " kamu makin dekat dengan pak Kevin, pacaran ya? " nggak, " pak Kevin kan keren masih muda lagi " ya terus.... udah Anika nggak ada apa apa dengan pak Kevin... Anika selesai bekerja jam 5 dan langsung pulang. lalu pak Kevin menelpon Anika " halo pak, " kamu udah di rumah? " iya pak, " mas mau ajak makan malam, " Anika nggak bisa mas Kevin Anika mau ke rumah papa Haris makan malam disana " oh ya udah besok kita keluar ya, " iya mas Anika menutup telpon nya dan tak sadar Dewa sudah berdiri dibelakangnya... " mas Kevin? udah panggil mas .. " ah iya, pak Kevin yang minta gitu kalo diluar kantor panggil mas.. " kamu lugu apa bodoh Anika? " maksud nya??? " pak Kevin dan kamu ada hubungan apa? " nggak ada apa-apa, pak Kevin bos Anika " terus bos kamu panggil mas? pasti pak Kevin ada maksud lain sama kamu. kamu udah ngapain aja sama pak Kevin selama ini sering nginap di hotel... " nggak ngapa-ngapain, kalo nginap hotel kan kamar sendiri, " mas yakin ada apa apa, apa ini pilihan kamu untuk hidup enak? bosan dari kecil hidup susah miskin sekarang pilih jadi perempuan murahan supaya hidup senang!!!" bentak Dewa plak!!!!! Anika menampar Dewa dan Anika menangis mendengar ucapan Dewa padanya.. " kalau mau Anika jual diri dari dulu, Anika tau Anika orang miskin tapi Anika bukan perempuan murahan gitu! dan kemana mas Dewa waktu Anika susah? mas datang saat keadaan Anika mulai membaik dan Anika mulai menikmati hidup kayak orang lain bisa berteman jalan jalan, dan mas Dewa datang merebut itu semua!!!! kenapa kalau Anika dengan pak Kevin? kenapa? menurut mas Dewa Anika nggak pantas? bahkan pak Kevin menerima keadaan Anika dan Anika nggak pernah menggoda pak Kevin!!! mulai sekarang Anika akan menggoda pak Kevin agar Anika bisa pergi dari mas Dewa, kalau perlu Anika akan menyerahkan tubuh Anika pada pak Kevin dari pada ke mas Dewa!!! puas???" teriak Anika sambil menangis mengeluarkan semua kekesalannya pada Dewa " perempuan murahan!!! kata Dewa sambil mengangkat tangan nya hendak menampar Anika " tampar aja tampar, Anika akan benar benar jadi perempuan murahan atau simpanan sekalian!!! ini sikap suami? menuduh istri sendiri perempuan murahan... Anika minta cerai!!!! " kamu makin kurang ajar Anika " sana pergi, penjahat!!! Anika mau cerai..." Anika teriak nangis sambil memukul-mukul Dewa Dewa lalu memegang kedua tangan Anika, Anika menatap tajam ke Dewa.. " lepasin... Anika lalu menarik tangan nya dan masuk kamar mengambil tas nya dan mau pergi " mau kemana? "jual diri!! sana! Dewa lalu menarik tangan Anika sampai ke kamar " kamu nggak boleh pergi,kita akan pergi ke rumah papa " Anika nggak mau, Dewa memegang kuat tangan Anika dan menelpon papa nya " pa maaf Dewa dan Anika nggak bisa ke sana malam ini Dewa ada urusan sama Anika, besok Dewa ke sana... Dewa menutup telponnya lalu melempar handphone nya ke lantai dan mencium Anika dengan paksa " lepasin... " kamu mau jual diri kan? jual sama mas, berapa mas beli, " b******k! laki laki b******k, jahat, lepasin, Anika mau cerai, cerai Dewa dengan kasar mencium bibir Anika dan mendorong nya ketempat tidur lalu menindih nya... " lepas...lepasin... Anika terus memukul dan mendorong dewa, Dewa pun semakin kasar karena Anika berontak... Dewa lalu melepas Anika, dan berdiri dengan nafas yang tak beraturan, Anika masih terbaring menangis... " jahat..." kata Anika sambil duduk dan menarik selimut " maafin mas Anika, maaf" ucap Dewa setelah seakan mendapat kembali akal sehatnya Dewa lalu keluar dari kamar Anika dan masuk ke kamarnya dan menyesali perbuatannya...Anika masih menangis cukup lama
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD