Dewa menemani Anika berbaring di samping Anika dan memeluknya, Anika merasa tenang berada di pelukan Dewa.
" hanya seperti ini yang mas inginkan Anika,....
Anika membalik badannya dan menatap lekat mata Dewa, mencari sesuatu dalam tatapan Dewa yang sendu, tatapan yang berbeda lagi saat mereka bertemu lagi sebelum di jodohkan, tatapan pria dewasa melihat wanita, saat ini tatapan Dewa lebih dalam, teduh, damai. kenapa ia melewatkan banyak hal...Anika selalu tau Dewa mencintainya, Anika yang terus menyangkal dan membuat tembok yang tinggi antara dirinya dan Dewa sejak dulu. Anika terlalu takut kehilangan Dewa, baginya Dewa adalah sandarannya sejak kecil, terutama saat Anika kehilangan ayahnya karena serangan jantung, hanya Dewa yang bisa menenangkan nya. ia takut karena cinta bisa saja pudar... tanpa bicara apapun keduanya saling menatap mata yang begitu meneduhkan dan menenangkan hati.
Anika dan Dewa pun tidur berpelukan. jam 9 Alina baru bangun dalam dekapan Dewa, Dewa sendiri sudah bangun dan menatap wajah Anika saat tidur.
" tidur aja lagi, kita nggak akan ngapa-ngapain hari ini," kata Dewa lembut
" Anika mau pergi malam ini..
" jangan pergi mas mohon...jangan pergi Anika..
" iya,
Anika masih dalam pelukan Dewa, lalu Anika bangun dan mandi Dewa pun sudah mandi dan sedang di dapur memasak untuk Anika. Anika pun menyusul Dewa ke dapur...
" masak apa? tanya Anika
" sup ayam aja, ini" Dewa meletakan kan semangkuk sup ayam didepan Anika
" mau pakai nasi?
" nggak," Anika pun memakan sup nya
" enak...
Dewa dan Anika makan bersama,
" tangan mas gimana masih sakit? kita ke dokter ya sekalian periksa perut mas..
" besok aja mas pergi
" Anika temani ya
" iya, besok siang ya mas buat janji dulu dengan dokternya...
sudah jam 11. Anika ke kamar mengambil handphone nya dan chat pak Kevin membatalkan janjinya dengan kevin.lalu Anika duduk diruang tv bersama Dewa, mereka lebih banyak diam...
" kamu mau pergi ke suatu tempat sama mas Anika?
" nggak, hari ini kita di rumah aja ya...
" sini," kata Dewa sambil menunjuk bahunya
Anika pun mendekat dan bersandar di pundak Dewa
" kalau aja kita bisa lebih cepat seperti ini..." kata Anika tiba tiba
" kamu akan cinta sama mas,?
" mas tau, waktu kecil Anika suka main main nikah nikahan sama masa Dewa,waktu itu mas adalah orang yang paling dekat dengan Anika selalu jaga Anika, dan mas cinta pertama Anika waktu itu, tapi itu hanya impian anak kecil, lalu semua berubah, dan Anika melupakan itu semua. saat kita harus menikah Anika cukup senang karena orang itu adalah mas Dewa, namun keadaan kita seperti ini Anika menolak mas Dewa sejauh mungkin dan mas Kevin dekat dengan Anika...Anika selalu merasa bersalah saat pulang ke rumah dan melihat mas Dewa,
melihat mas Dewa sakit, Anika juga ikut sakit. Anika menyesal udah menyakiti mas Dewa sampai seperti itu. Anika nggak pernah tau mas cinta sama Anika, nggak Anika yang memilih pura pura tidak tau,
Anika takut kehilangan mas Dewa, Anika udah liat cinta mas Dewa saat kita ketemu lagi, tapi Anika takut dan memilih mengabaikannya, karna cinta suatu saat bisa pudar, menikah bisa bercerai dan Anika akan kehilangan mas Dewa, tapi malah seperti ini kita menikah dan Anika semakin menolak mas Dewa, mas sangat berarti untuk Anika tapi Anika juga menyakiti mas Dewa, Anika minta maaf...
Anika nggak tau harus gimana, Anika nggak bisa kecewain papa dan ibuk tapi Anika juga udah...
" cinta sama Kevin? harusnya mas lebih cepat menunjukkan cinta mas ke kamu, mas kasih kamu waktu untuk menerima cinta mas, dan mas hanya memilih menahan sakit mas melihat kamu menjauh. mas akan selalu ada untuk kamu, mas nggak akan berhenti mencintai kamu Anika...
tapi Anika mas nggak tahan memikirkan orang lain menyentuh kamu,
" Anika minta maaf Anika akan jaga jarak dengan mas Kevin...
" mas Dewa jangan sakit lagi ya, Anika ketakutan teringat dulu waktu ayah pergi
" kamu takut kehilangan mas?
" mungkin mas nggak percaya tapi Anika rasa gitu, Anika ketakutan, Anika nggak mau kehilangan mas Andri,
Dewa lalu mencium kening Anika,
" maafin mas ya Anika,mas cinta sama kamu, kasih mas kesempatan Anika,
mas bisa bahagiakan kamu, cinta mas tulus sama kamu kita bisa mulai lagi dari awal kalau kamu mau,
" sekarang Anika belum bisa mas...kasih Anika waktu,
" iya, mas akan sabar menunggu kamu
Dewa lalu mencium bibir Anika dengan lembut dan tanpa sadar Anika pun membalas ciuman itu. Dewa menarik Anika kepangkuan nya dan mencium bibir dan leher putih Anika dengan lembut sampai ke d**a Anika, nafas keduanya mulai terengah-engah. Anika seperti menyerahkan dirinya pada Dewa, Dewa pun menikmati itu mencium dan menjilati leher dan d**a Anika mencium bibir Anika, lalu menggendong Anika ke kamar dan menindih tubuh Anika dan mencium nya terus Anika mengalungkan tangannya di leher Dewa dan menikmati setiap sentuhan Dewa lalu Anika tersadar dan memalingkan wajahnya dan menurunkan baju terusan nya yang sudah naik terbuka.
Dewa lalu berdiri. nafas kedua masih tak beraturan...
" mas minta maaf Anika, mas... maaf...
Anika berdiri merapikan pakaian dan rambutnya lalu mencium bibir Dewa dan berlari ke kamarnya. Anika menutup pintu kamar dan bersandar di pintu
" apa yang aku lakukan.... Anik ..kamu kenapa?... kenapa malah menikmati itu dan kenapa aku cium bibirnya lagi tadi... gerutu Anika sambil memukul pelan kepalanya.
Anika lalu duduk di depan meja riasnya dan melihat bekas merah di leher dan di dadanya. Anika menurunkan bajunya dan melihat merah nya sampai tepat di atas p****g p******a. Anika menutup mukanya karena malu...
" sampai kesini? gila aku pasti udah gila menolak tapi menikmati...
Anika lalu membersihkan diri lalu keluar menyiapkan makan malam, Anika sedang menggoreng ayam, di dapur dan Dewa mendekati Anika dan memeluknya dari belakang dan mencium lehernya lalu membantu Anika membersihkan sayuran...
setelah selesai masak, Anika dan Dewa makan bersama lalu aliran dan Dewa tidur dikamar Anika banyak hal yang Anika cerita kan dalam pelukan suaminya itu...
" besok mas jemput Anika ya kita kerumah sakit sama sama, tangan mas masih sakit?
" nggak,
" jangan ulangi lagi ya, nyakitin diri sendiri rugi tau,
" iya nggak akan... Dewa memeluk erat Anika sepanjang malam itu...
" mas cinta kamu Anika, cinta, cinta sekali...
" Anika tau,
" mau sambung yang tadi siang???
" ihhhh nggak jangan pikir yang nggak nggak atau mas tidur di kamar mas sana...
" iya iya, jangan kamu duluan ya yang cium mas, mas nggak akan lepasin kamu kali ini
" Anika juga nggak mau, udah, selamat tidur...
Dewa pun mencium lembut lagi bibir Anika sebelum tidur... Anika juga membalas ciuman nya cukup lama sampai Anika naik di atas tubuh Dewa .. Anika lalu menggigit bibir Dewa
" ah sakit,
" sukurin,
lalu Anika dan Dewa tidur sampai pagi