syarat berpisah

792 Words
Anika masih dipangkuan Dewa entah mengapa Anika bahkan tidak ingin melepas pelukan nya. lelaki kuat ini tampak sangat rapuh saat ini. Anika sadar udah menyakiti Dewa sampai seperti ini. " kita kerumah sakit ya, sekalian obatin tangan mas.. badan mas udah nggak dingin lagi... " kamu udah putusin? berpisah atau nggak? " Anika nggak tau, " waktu kamu sampai malam ini Anika " jangan kasih Alina pilihan gitu mas...Anika nggak bisa, Anika melepas pelukan nya dan berdiri " lalu kamu mau memberikan tubuh kamu pada Kevin? mas yang berhak atas tubuh kamu, dan mas meminta hak mas lalu mas akan biarkan kamu pergi " jangan gini mas.. Anika nggak bisa " lalu kenapa kamu bisa sejauh itu dengan Kevin? mas kasih kamu kesempatan sampai malam ini atau kita akan hidup bersama selamanya walau saling membenci" Dewa lalu berdiri masuk ke kamarnya meninggalkan Anika " kasih pilihan lain mas, Alina nggak bisa... Anika masuk ke kamarnya dan berfikir lama sekali, sampai malam jam 8... Anika mengumpulkan keberanian nya dan masuk ke kamar Dewa mengenakan pakaian tidur dan cukup terbuka, Anika memilih menyerahkan tubuhnya dan pergi dari Dewa selamanya... Dewa sedang duduk di sofa kamarnya saat Anika masuk, Anika lalu duduk dipangkuan Dewa, detak jantung Anika cepat dan tangannya berkeringat karena gugup. Anika mulai memeluk dan mencium Dewa, Anika membuka luaran baju tidurnya dan terlihat sebagian tubuhnya lalu mencium bibir Dewa dan Dewa sedikit menghindar " kenapa? ini kan yang mas mau, " jadi kamu memilih pisah Anika , mas pikir kamu akan mempertahankan diri kamu, ternyata kamu sanggup memberi tubuh kamu agar kita berpisah dan kamu bisa bersama Kevin.. " lalu Anika harus gimana... " buka baju kamu, Anika menangis dan menurunkan baju tidurnya hanya tersisa pakaian dalam nya Anika menutup dadanya. Dewa memalingkan wajah dari Anika. hatinya terasa sakit melihat Anika yang sanggup melakukan itu agar bisa bersama lelaki lain. " buka semua!! " bentak Dewa tubuh Anika gemetaran membuka pakaian dalam nya sambil menangis, Anika menutup tubuhnya sebisanya berdiri didepan Dewa Dewa menunduk kan pandangannya, hatinya sakit sekali melihat Anika merendahkan dirinya seperti ini. Anika dengan perlahan mendekati Dewa yang masih duduk di sofa, wajah Anika pucat ketakutan, Dewa pun menundukkan wajah nya agar tidak melihat Anika yang tepat didepannya berdiri tanpa sehelai benang pun. Anika duduk dipangkuan Dewa dan memeluknya lagi... Dewa lalu menolak Anika dan berdiri lalu keluar dari kamarnya meninggalkan Anika tanpa melihat Anika... Anika hanya terduduk di sofa sambil menutup tubuhnya dengan luaran baju tidurnya...Anika menangis merasa malu, Anika mengambil semua pakaiannya dan memeluknya " dia bahkan nggak melihat...apa hanya ingin membuat Anika malu? Anika masih di sofa dikamar Dewa hanya mengenakan luaran baju tidurnya saja. Dewa lalu kembali ke kamarnya dan mendekati Alina Andri memeluk Anika dan Anika menghempas tangan Dewa " mas hanya mau bikin Anika malu kan? mas mau membalas Anika , mas menghina Anika seperti ini. ini yang mas mau, Anika merendahkan diri Anika seperti ini??? teriak Anika " nggak Anika mas sangat menginginkan kamu, tapi bukan karena terpaksa seperti ini dan mas sedih, mas nggak tahan, d**a mas terasa sesak kamu sanggup melakukan ini agar berpisah dari mas Anika, seburuk itukah menikah dengan mas Anika? harus cara seperti ini kah mas dapatin kamu? hati mas sakit Anika , mas bahkan nggak bisa melihat kamu... " Anika minta mas lepasin Anika sekarang juga!!! Anika lalu berdiri melempar pakaian nya dan hanya memakai luaran baju tidurnya lalu mencium bibir Dewa. Dewa lalu menampar Anika "Anika!!!!! Mas nggak nyangka kamu bisa sampai serendah ini!!! " mas yang buat Anika seperti ini, hanya ini yang mas Dewa mau agar lepasin Anika kan... lakukan... lalu lepasin Anika dan Anika akan membenci mas Dewa selamanya, cepat!!! kata Anika sambil memegang pipinya yang di tampar Dewa Dewa terkejut melihat Anika tatapannya berubah,Dewa menyesal sudah menampar Anika dan Dewa memeluknya " jangan gini Anika... mas mau selamanya hidup dengan kamu, kamu istri mas Anika jangan gini. tolong Terima mas sebagai suami kamu, mas mohon Anika mas cinta kamu.... Dewa menangis memeluk Anika. Anika lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Dewa , Anika menangis sekuatnya dan melempar semua barang di dekatnya. Anika lalu ke kamar mandi dan menyiram tubuhnya. Anika berdiri di bawah shower dengan air dingin lama sekali.... Anika terduduk lemas dikamar mandi kepalanya sangat sakit. Dewa masuk ke kamar Anika dan melihat kamar mandi terbuka lalu melihat Anika terduduk lemas. Dewa mengambil jubah mandi lalu menutup tubuh Anika dan menggendong Anika ke tempat tidur nya. Dewa mengambil handuk dan mengelap tubuh Anika yang basah. Dewa mengeringkan rambut Anika, tubuh Anika terasa panas " kamu demam Anika,mas ambil obat dulu ya Dewa kembali ke kamar Anika dengan obat dan air untuk mengompres Anika " maafin mas ya...mas cinta sama kamu Anika mas nggak akan menyakiti kamu, Anika menangis dan membelakangi Dewa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD