I'll Always There For You - Zavira Aline

340 Words
Aku tidak tahu harus sedih atau senang dengan keadaan mas Juna sekarang. Akhirnya aku bisa melihat dirinya juga. Walapun aku melihatnya ketika dia menggigil dan bibirnya gemetar kedinginan. Saat ia terjatuh semalam aku sangat khawatir, tubuhnya panas, dan dia pingsan. Hampir saja aku ingin meminta tolong tetangga, namun karena memikirkan karirnya di masa depan aku mengusahakan seorang diri membawa mas Juna ke kamarnya. Mengganti bajunya, dan menyelimuti tubuhnya. Aku mencari-cari obat demam di kotak P3K, dan tidak ada obat yang tersisa. Karena panik aku langsung berlari ke apotik tanpa menggunakan mobil. Padahal hujan sedang turun deras. Aku tidak memikirkan diriku, yang ada diotakku hanya keadaan mas Juna. Bahwa mas Juna akan baik-baik saja. Sesampainya di rumah aku langsung mengkompres mas Juna dan memberikannya obat demam secara paksa. Aku menggengam tangannya sepanjang malam, beberapa kali dia mengigau tapi ada satu nama yang jelas ia ucapkan “Anton” Entah siapa pemilik nama aku tidak mau berfikir terlalu jauh. Aku juga tidak menanyakan nama yang mas Juna sebut, aku tidak mau dia marah lagi. Yang terpenting sekarang mas Juna bisa sehat, dan beraktifitas lagi. “Aline.” Suara serak itu membangunkanku, Mas Juna memanggilku. Ternyata ia sudah terbangun. Aku segera membuatkannya sarapan. Untung saja ibu sering mengajarkanku memasak bubur, walau dengan bahan seadanya. Setidaknya perut mas Juna tidak kosong dan bisa meminum obat demamnya. “Mas aku suapin ya?”sahutku, menaruh mangkuk dipangkuanku. “Tidak usah, aku bisa makan sendiri kok..” “Mas percaya sama aku, kamu tinggal membuka mulutmu saja mas..”sahutku, berusaha meraih sendok untuk menyuapinya. Ia tetap menggeleng. Aku memberikannya semangkuk bubur panas, ia menjerit panas. “Kan apa aku bilang mas, buburnya masih panas. Makanya aku suapin aja ya,” Mas Juna mengembalikan mangkuk padaku lagi, aku meniupkan buburnya perlahan-lahan. “Enak?” ia hanya menganggukan kepalanya. Bubur buatanku dilahapnya habis. Aku tersenyum senang, ini pertama kalinya aku merawat Mas Juna sedang sakit. “Sekarang minum obatnya dulu ya.” Mas Juna langsung meminum obatnya dan tertidur. Aku mengecup keningnya “Istirahat ya mas”          
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD